Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Review Profile Film The Edge Of Seventeen (2016), Sulitnya Abad Sampaumur

Wekepo.comFilm The Edge of Seventeen, Masa akil balig cukup akal memang kadang kala menjadi kurun yang penuh dengan cerita. Di kurun ini juga lah, sebagian besar orang berhasil memahami diri mereka dengan lebih baik sesudah lewat beragam liku dan tantangan.

Hal ini juga yang dialami oleh seorang gadis berjulukan Nadine Franklin yang menjadi tokoh utama dalam sebuah film berjudul The Edge of Seventeen. Kelly Fremon Craig menjadi sutradara sekaligus penulis naskah dari film yang mengangkat tema ihwal kehidupan cukup umur selaku fokus ceritanya ini. Lebih lanjut, film berdurasi 104 menit ini diproduksi oleh STX Entertainment, H. Brothers, Tang Media Productions, Gracie Films, dan Virgin Produced.

Film The Edge of Seventeen dibintangi oleh Hailee Steinfeld yang berperan selaku Nadine Franklin, Woody Harrelson sebagai Max Bruner, Haley Lu Richardson selaku Krista, Blake Jenner sebagai Darian Franklin, Hayden Szeto selaku Erwin Kim, Kyra Sedgwick sebagai Mona Franklin, serta Alexander Calvert selaku Nick Mossman.

Sutradara Kelly Fremon Craig
Penulis NaskahKelly Fremon Craig
Tanggal Rilis
  • 16 September 2016 (TIFF)
  • 18 November 2016 (United States)
Durasi Tayang104 menit
Asal NegaraUnited States
Bahasa English
Didistribusikan oleh
  • STX Entertainment (United States)
  • Sony Pictures Releasing International[1]
  • Stage 6 Films[1] (International)
Genre / TemaRemaja, Youth, Komedi, Drama

Yuk, eksklusif aja simak sinopsis film The Edge of Seventeen berikut ini.

Sinopsis Film The Edge of Seventeen

Film The Edge of Seventeen menceritakan tentang cerita seorang gadis muda bernama Nadine Franklin. Nadine adalah seorang cukup umur berusia tujuh belas tahun yang ialah siswa suatu sekolah menengah atas di kawasan pinggiran Kota Portland, Amerika Serikat.

Review Sinopsis Film The Edge of Seventeen

Nadine memiliki hubungan yang tidak akur dengan kakak laki-lakinya, Darian, yang jauh lebih populer dalam pergaulan sosial dibandingkan Nadine. Nadine juga tidak terlampau dekat dengan ibunya, Mona, yang berdasarkan Nadine senantiasa berupaya mempertahankan gambaran baik sepanjang waktu.

Di antara semua anggota keluarganya, Nadine paling dekat dengan ayahnya, Tom. Namun, Tom meninggal dunia saat Nadine masih berusia tiga belas tahun. Sejak ajal Tom, satu-satunya sosok yang dipercaya oleh Nadine hanyalah sahabat dekatnya, Krista.

Review Sinopsis Film The Edge of Seventeen

Suatu hari, saat Krista berkunjung ke rumah Nadine, keduanya meminum minuman beralkohol hingga mabuk. Di dikala yang sama, Darian sedang menyelenggarakan pesta dengan sahabat-temannya.

Saat Nadine tertidur di lantai atas, Krista kemudian turun dan berjumpa dengan Darian. Keesokan paginya, Nadine mendapati bahwa Krista dan Darian sudah menjalin hubungan.

Nadine merasa terkhianati oleh keputusan Krista itu. Nadine merasa bahwa Krista tahu betul betapa Nadine selama ini sungguh membenci Darian.

Review Sinopsis Film The Edge of Seventeen

Esok harinya, saat Nadine bertemu dengan Krista di sekolah, Darian tiba-datang tiba untuk menciptakan komitmen pergi berkencan dengan Krista. Mengetahui ini, Nadine menjadi semakin kesal dan kecewa.

Nadine yang merasa kesepian tanpa kehadiran Krista pun alhasil mulai berbincang-bincang dengan Erwin Kim, salah satu sahabat sekolah Nadine yang membisu-membisu bergotong-royong menyukai Nadine. Padahal, di sisi lain, Nadine sendiri meletakkan hati pada seorang abang kelas bernama Nick Mossman.

Beberapa waktu kemudian, Darian ternyata memanggil Krista untuk tiba ke suatu acara pesta. Krista mendapatkan undangan tersebut, namun beliau bersikeras semoga Nadine juga ikut ke pesta itu.

Review Sinopsis Film The Edge of Seventeen

Ketika mereka sampai di sana, Krista berkenalan dengan bawah umur lain yang juga hadir di sana. Sementara itu, Nadine merasa tersingkirkan dan terabaikan di pesta itu.

Nadine telah menjajal untuk membaur dengan belum dewasa lain, tetapi bisnisnya itu tidak sukses. Nadine akhirnya mengalah dan menanti di luar kawasan berlangsungnya program tersebut.

Di sana, beliau mengobrol dengan salah satu pengunjung pesta lain. Anak itu, yang ternyata juga mengenal Darian, memberi komentar ihwal betapa berbedanya perilaku Nadine bila ketimbang Darian meski keduanya bersaudara.

Nadine merasa kesal dan karenanya meninggalkan pesta itu. Ia mengajak Erwin untuk pergi bersamanya ke suatu taman hiburan dan menghabiskan waktu bersama.

Erwin salah mengartikan kedekatannya Nadine sebagai arahan bahwa Nadine menghendaki untuk menjadi lebih dari sekadar sahabat. Namun, saat Erwin berupaya mencium Nadine, Nadine menolak ciuman itu.

Meski keadaan berubah menjadi lebih canggung, Nadine dan Erwin melanjutkan acara jalan-jalan mereka. Di final konferensi mereka itu, Nadine mengungkapkan bahwa meski beliau tidak menaruh perasaan pada Erwin, ia tetap berpendapat Erwin yaitu anak yang keren.

Di sekolah, Krista kemudian tiba menghampiri Nadine untuk menanyakan alasan mengapa Nadine nampak berupaya menghindari Krista belakangan waktu itu. Nadine menjelaskan argumentasi kemarahannya.

Review Sinopsis Film The Edge of Seventeen

Nadine tidak setuju dengan hubungan antara Darian dan Krista alasannya adalah menurutnya Darian pada alhasil cuma akan membuang Krista. Tetapi, Krista menyanggah hal ini dengan mengungkapkan bahwa Darian bahkan bahu-membahu sudah meminta Krista menjadi kekasihnya dan pergi ke pesta prom yang gres akan digelar beberapa bulan lagi.

Di puncak perdebatan mereka, Nadine meminta Krista untuk memilih antara dirinya atau Darian. Namun, Krista tidak bersedia membuat opsi. Nadine yang murka dan kecewa jadinya menetapkan persahabatannya dengan Krista.

Nadine mempercayai salah satu gurunya, Mr. Bruner, yang selama ini selalu peduli pada Nadine dan menunjukkan bantuan akhlak untuk gadis itu. Nadine mengungkapkan keresahannya pada gurunya itu. Mr. Bruner lalu menjajal menghibur Nadine dengan bergurau dan menyampaikan bahwa Nadine adalah salah satu murid favoritnya di sekolah itu.

Review Sinopsis Film The Edge of Seventeen

Setelah tidak lagi berteman dengan Krista, Nadine menjadi semakin merasa kesepian. Suatu malam, Erwin menjajal menghubungi Nadine. Nadine kemudian dengan sengaja tidak mengangkat telepon dari Erwin itu.

Meski begitu, Nadine balasannya berubah pikiran dan menelepon balik Erwin. Obrolan mereka lalu berujung dengan rencana Nadine untuk berkunjung ke tempat tinggal Erwin dan berenang di bak renang Erwin. Erwin sama sekali tak keberatan dan bahkan merasa sangat bahagia dengan planning itu.

Review Sinopsis Film The Edge of Seventeen

Saat Nadine datang berkunjung, dia gres mengetahui bahwa Erwin tinggal di suatu rumah yang besar dan bahwa ternyata anak itu berasal dari keluarga kaya. Mereka lalu berenang bareng .

Ketika mengobrol dengan Erwin, Nadine juga mengetahui bahwa ternyata Erwin memiliki ketertarikan dalam pengerjaan film animasi. Erwin kemudian mengundang Nadine untuk hadir ke acara bazar film pendek sekolah mereka dan menonton salah satu karya Erwin yang diputar di sana. Nadine pun baiklah dan menerima permintaan itu.

Keesokan harinya, ketika dikirim oleh Mona menuju sekolah, Nadine berkelahi dengan Mona di dalam mobil. Pertengkaran itu membuat Mona kesannya menetapkan untuk membawa serta Nadine ke kawasan kerjanya untuk hari itu.

Di ruang kerja Mona, Nadine dan Mona kembali berselisih usulan. Mereka membahas tentang ayah Nadine yang telah meninggal. Mona menyampaikan bahwa Tom niscaya akan merasa kecewa dikala menyaksikan sosok dewasa Nadine.

Nadine merasa marah mendengar perkataan Mona. Ia lalu mengambil kunci kendaraan beroda empat Mona agar bisa pergi dari sana. Di tengah perjalanan, Nadine yang sedang merasa emosional kemudian berpura-pura hendak mengantarkan pesan singkat ke Nick alasannya selama ini Nadine tidak pernah punya cukup keberanian untuk mengajak Nick bicara.

Tetapi, ketika akan meniadakan pesan itu, Nadine tanpa sengaja justru mengirimnya pada Nick. Nadine lalu menemui Mr. Brunner untuk menceritakan kejadian tersebut. Nadine mengatakan pada Mr. Brunner bahwa dia mampu malu setengah mati alasannya adalah perbuatan cerobohnya.

Meski begitu, tak lama kemudian Nadine justru mendapatkan sebuah pesan akhir yang bernada aktual dari Nick. Dalam pesan itu, Nick mengajak Nadine untuk keluar bersamanya.

Membaca pesan Nick, Nadine merasa kagetsekaligus lega. Nadine pun secepatnya pulang ke tempat tinggal dan secepatnya mempersiapkan diri untuk pertemuannya dengan Nick.

Nadine menyelinap keluar dari rumah itu sebelum ibunya menyadari bahwa beliau sudah pergi. Saat Mona melihat betapa berantakannya kamar Nadine dan ruang kamar mandi, Mona menjadi galau alasannya adalah menerka Nadine menghilang. Mona pun lalu segera menyuruh Darian untuk mencari Nadine.

Dalam kencan Nick dengan Nadine, Nick berulang kali mencoba mencium Nadine. Rupanya, Nick salah mengartikan isi pesan yang diantarkan oleh Nadine sebelumnya.

Padahal, Nadine sebetulnya cuma ingin pergi keluar untuk mengenal Nick lebih akrab. Nadine pun risikonya berupaya menghindar dan menolak Nick sampai keadaan di antara mereka menjadi cukup tegang.

Nadine keluar dari mobil Nick dengan gabungan perasaan malu dan murung. Ia lalu menghubungi Mr. Brunner yang tak usang kemudian menjemput Nadine. Nadine menanti di rumah keluarga Mr. Brunner hingga Darian menjemput Nadine.

Setelah berjumpa dengan Darian, Nadine dan Darian akhirnya berkesempatan untuk mengatakan dari hati ke hati. Darian mengungkapkan bahwa selama ini, ia bantu-membantu merasa frustasi sebab mesti mengambil alih tugas ayah mereka yang mengayomi dalam keluarga.

Beban tanggung jawab ini membuat Darian alhasil menetapkan untuk mendaftar di kampus yang erat dengan rumah mereka sehingga dia tetap bisa mempertahankan Nadine dan Mona. Darian juga mengatakan bahwa Krista seakan menjadi sosok gadis yang mampu merenggangkan bebannya.

Sementara itu, Nadine juga kemudian menyampaikan bahwa sebagian besar ketidaksukaannya pada Darian selama ini lebih karena didasari rasa iri. Setelah masing-masing saling menumpahkan perasaan mereka, Nadine dan Darian berpelukan.

Beberapa dikala kemudian, ketika Nadine bersiap untuk pergi ke pekan raya film pendek sekolah, beliau bertemu dengan Darian dan Krista. Nadine dan Krista memperbaiki perselisihan di antara mereka dan keduanya pun kembali erat.

Nadine kemudian menyadari bahwa Mona masih menduga bahwa ia melarikan diri dari rumah. Oleh alasannya itu, beliau segera mengirim pesan ke ibunya untuk mengabarkan bahwa ia baik-baik saja. Mona menetapkan untuk mempercayai kata-kata Nadine.

Di pekan raya film, Nadine melihat film animasi buatan Erwin yang menceritakan tentang seorang anak pria alien yang cintanya bertepuk sebelah tangan pada gadis yang beliau senangi di sekolahnya. Memahami arti film itu, Nadine risikonya menetapkan untuk menerima cinta Erwin.

Review Sinopsis Film The Edge of Seventeen

Teman-sahabat Erwin mengucapkan selamat pada Erwin atas karyanya. Saat Erwin memperkenalkan Nadine pada mereka, Nadine tersenyum dan mulai melaksanakan sesuatu yang belum pernah dia kerjakan sebelumnya, ialah membuka diri dan berbaur dengan bawah umur lain.

Demikian lah ulasan dan sinopsis film The Edge of Seventeen.

Kesimpulan Film The Edge of Seventeen

Film The Edge of Seventeen menunjukkan sekilas citra tentang rumitnya kehidupan yang kadang mesti dihadapi oleh para cukup umur di usia muda mereka. Melalui temanya yang universal dan bisa diketahui oleh banyak orang, film ini menjadi pengingat bahwa di masa-kala susah mereka ini, orang terdekat bisa menjadi sosok yang sangat penting bagi para sampaumur.

Sumber foto: STX Entertainment

Posting Komentar untuk "Review Profile Film The Edge Of Seventeen (2016), Sulitnya Abad Sampaumur"