Review Profile Harry Potter And The Deathly Hallows Part 2 (2011)
Wekepo.com – Harry Potter and Deathly Hallows Part 2 menjadi paruh kedua dari simpulan kisah Harry Potter sekaligus film kedelapan dalam seri fantasi ini. Sebagaimana tujuh film pendahulunya, film ini juga disesuaikan dari novel fantasi terkenal karya J. K. Rowling.
Di film ke delapan dari series Harry Potter ini, David Yates dan Steve Kloves masing-masing kembali menduduki kursi sutradara dan penulis naskah. Film berdurasi 130 menit ini dibuat lewat kerjasama Warner Bros. Pictures, yang juga bertindak selaku agen, dan Heyday Films.
Para aktor film Harry Potter and the Deathly Hallows Part 2 meliputi diantaranya Radcliffe yang berperan selaku Harry Potter, Rupert Grint sebagai Ron Weasley, Emma Watson selaku Hermione Granger, Helena Bonham Carter selaku Bellatrix Lestrange, Ralph Fiennes selaku Lord Voldemort.
Kemudian juga ada Michael Gambon yang berperan selaku Albus Dumbledore, Alan Rickman sebagai Severus Snape, Maggie Smith sebagai Minerva McGonagall, dan Julie Walters selaku Molly Weasley.
Harry Potter and the Deathly Hallows Bagian 2 ini menuai kesuksesan komersial setelah perilisannya pada 15 Juli 2011. Film ini juga menerima kebanggaan dari para kritikus serta para penggemar seri fantasi ini. Nah sebelum sahabat wekepo membaca cuplikan sinopsis film Harry Potter and the Deathly Hallows Part 2 ada baiknya sobat membaca seri Bagian 1 semoga lebih nyambung.
Detail Film
| Sutradara | David Yates |
| Produser |
|
| Tanggal rilis |
|
| Durasi Film | 130 menit |
| Asal Negara |
|
| Bahasa Yang Digunakan | Inggris |
| Daftar Series | Harry Potter |
Sinopsis Harry Potter and the Deathly Hallows Part 2
Melanjutkan dongeng dari Harry Potter and the Deathly Hallows Bagian 1, film ini diawali dengan Harry Potter dan kawan-kawannya serta para tawanan Pelahap Maut yang sekarang berada di Shell Cottage, rumah keluarga Bill Weasley. Di simpulan film bagian pertama, mereka berhasil meloloskan diri dari Malfoy Manor berkat dukungan Dobby si Peri Rumah yang risikonya terbunuh ketika menyelamatkan Harry dan mitra-mitra.
Setelah menguburkan Dobby, Harry memutuskan bahwa ia mesti segera menuntaskan misi penelusuran Horcrux dan menghentikan Voldemort. Harry menciptakan komitmen dengan Goblin bernama Griphook untuk menyusup ke dalam brankas bank Bellatrix Lestrange di bank sihir Gringotts.
Harry menduga bahwa di dalam brankas itu tersimpan salah satu Horcrux Voldemort. Griphook baiklah dan meminta Pedang Gryffindor selaku imbalan untuk bantuannya.
Sementara itu, pembuat tongkat sihir Ollivander menjelaskan bahwa dua tongkat sihir yang berhasil mereka ambil dari Malfoy Manor ialah milik Bellatrix dan Draco Malfoy. Tongkat Malfoy kini sudah memilih Harry sebagai pemiliknya yang baru.

Harry, Ron, Hermione, dan Griphook pergi untuk menyusup ke Gringotts. Setelah sukses memperdaya pengawalan ketat, termasuk melewati seekor naga, mereka masuk ke dalam ruang penyimpanan Bellatrix.
Harry menemukan Piala Hufflepuff yang ternyata memang merupakan salah satu Horcrux Voldemort. Namun, ruangan yang telah dimantrai itu tiba-tiba melipatgandakan seluruh isi di dalamnya hingga hampir menenggelamkan mereka.
Saat mereka berupaya keluar dari sana, Griphook dengan sigap mengambil Pedang Gryffindor dan meninggalkan Harry dan mitra-kawannya. Para penjaga mulai sadar wacana apa yang terjadi dan mulai berdatangan.

Harry, Ron, dan Hermione akhirnya membebaskan naga penjaga Gringotts dan naik ke punggung naga itu untuk meloloskan diri. Mereka mendarat di tepi suatu danau.
Harry menerima visi bahwa Voldemort telah membunuh Griphook dan semua goblin penjaga Gringotts alasannya adalah tidak berhasil melindungi Horcrux-nya. Ia lalu menyadari bahwa Horcrux lain tersimpan di Sekolah Sihir Hogwarts dan memiliki kaitan dengan Rowena Ravenclaw, pendiri salah satu asrama di Hogwarts.
Saat itu, Hogwarts sangat tidak kondusif sebab sudah dikuasai oleh para Pelahap Maut dengan Severus Snape selaku kepala sekolahnya. Harry dan mitra-kawannya akibatnya berteleportasi ke Desa Hogsmeade yang terletak tak jauh dari Hogwarts.
Mereka kemudian ditolong oleh Aberforth Dumbledore, adik Albus Dumbledore, yang memanggil teman mereka Neville Longbottom untuk mengirimkan ketiganya melalui jalan rahasia menuju Hogwarts.

Di Hogwarts, Snape mendengar kabar bahwa Harry dan kawan-kawannya sukses masuk ke dalam area sekolah. Ia memberitahukan pada para murid bahwa siapapun yang berusaha melindungi Harry akan mendapat hukuman.
Tetapi, Harry menetapkan untuk memberikan dirinya sendiri. Saat Snape akan menyerang Harry, Profesor McGonagall maju untuk melindungi Harry. Snape karenanya melarikan diri dari Hogwarts.

Setelah kepergian Snape, McGonagall merencanakan para pengajar, murid, sampai seluruh makhluk abnormal di sekolah itu untuk menghadapi kehadiran Voldemort dan pasukannya yang sedang bergerak menuju Hogwarts. Saat Voldemort sudah tiba, beliau memberi tenggat waktu bagi Harry untuk menyerahkan diri padanya.
Sementara itu, Harry masih kesulitan untuk melacak Horcrux selanjutnya. Luna Lovegood, salah satu teman Harry, menyarankan Harry untuk menemui Helena, hantu penjaga asrama Ravenclaw yang dulunya merupakan putri dari Rowena Ravenclaw sendiri.
Helena menginformasikan Harry bahwa dikala dahulu masih bersekolah di Hogwarts, Voldemort memakai sihir hitam pada tiara milik ibunya dan kemudian menyembunyikan tiara itu di Kamar Kebutuhan. Ketika Harry pergi ke Kamar Kebutuhan, dia dihalangi oleh Draco Malfoy, Blaise Zabini, dan Gregory Goyle, yang menjajal menyerang Harry.

Di segi lain, Hermione dan Ron pergi ke Kamar Rahasia untuk mencari taring Basilisk yang lalu mereka gunakan untuk menghancurkan Piala Hufflepuff. Setelah sukses, keduanya menyusul ke Kamar Kebutuhan untuk menolong Harry.
Goyle membuat kutukan Fiendfyre yang tak bisa ia kendalikan sampai alhasil memperabukan dirinya sendiri. Harry dan kawan-kawannya sempat menyelamatkan Malfoy dan Zabini.
Harry menghancurkan jiwa Voldemort yang tersimpan dalam tiara Ravenclaw dengan taring Basilisk. Ron kemudian menendang tiara itu ke dalam Kamar Kebutuhan semoga lenyap.
Saat Voldemort mulai melancarkan serangannya ke Hogwarts, Harry mendapat visi bahwa Nagini, ular peliharaan Voldemort, yaitu Horcrux terakhir yang mesti dimusnahkan.
Harry, Ron, dan Hermione kemudian pergi ke kabin kecil kawasan Voldemort sedang berbicara dengan Snape. Ketiganya menyaksikan saat Voldemort menginformasikan Snape bahwa ia harus membunuh Snape untuk dapat menjadi penguasa sejati Tongkat Elder.

Voldemort menyuruh Nagini untuk menyerang Snape. Setelah Voldemort pergi, Harry menghampiri Snape yang sekarat. Snape memperlihatkan Harry sehelai memorinya dan menyuruh Harry untuk melihat memori itu dengan memakai Pensieve.
Di Hogwarts, peperangan antara pasukan Voldemort dan para penyihir baik masih terus berjalan dengan sengit. Termasuk para penyihir baik yang gugur dalam pertempuran itu ialah Fred Weasley, Remus Lupin, dan Nymphadora Tonks.
Harry mengikuti isyarat Snape dan menjinjing isi memori itu ke Pensieve. Harry melihat era lalu Snape dan menyadari bahwa meski Snape tidak senang James, ayah Harry yang selalu merundungnya, ia masih mengasihi Lily, ibu Harry.
Snape berhubungan dengan Dumbledore untuk melindungi Harry atas dasar cintanya pada Lily yang sudah meninggal. Harry juga mengenali dari memori itu bahwa pembunuhan Dumbledore yang dikerjakan oleh Snape ialah undangan dari Dumbledore sendiri.
Dumbledore menyiapkan ini supaya Snape, yang bergotong-royong berpihak pada sisi yang baik, bisa menyusup dan mendapat posisi penting dalam pasukan Pelahap Maut Voldemort. Patronus rusa betina yang Harry lihat di Hutan Dean beberapa waktu sebelumnya juga merupakan patronus Snape yang diantaruntuk membantu Harry.
Harry kemudian menyadari bahwa ketika Voldemort dulu mencoba membunuhnya ketika masih bayi, Voldemort tanpa sengaja telah menciptakan Harry menjadi salah satu horcrux-nya. Dengan demikian, Harry ialah Horcrux terakhir Voldemort.
Untuk merusak bagian jiwa Voldemort, Harry harus membunuh Horcrux dalam dirinya. Oleh karena itu, Harry akibatnya mengunjungi eksklusif Voldemort di Hutan Terlarang.
Voldemort merasa puas karena mengira Harry telah mengalah dan segera membunuh Harry dengan Kutukan Kematian. Namun, setelah ia menerima Kutukan itu, Harry bantu-membantu tidak meninggal dunia.
Harry justru terdampar di sebuah ruangan serba putih yang berupa mirip Stasiun Kings’s Cross. Di sana, beliau menyaksikan sesosok makhluk kecil yang asing dan menakutkan sedang bergelung tak berdaya di bawah kursi.
Kemudian, Dumbledore tiba-datang timbul dan menyapa Harry. Ia menerangkan bahwa sosok makhluk itu yaitu jiwa Voldemort.
Dumbledore mengungkapkan bahwa Voldemort telah menghancurkan bab dirinya sendiri yang terdapat dalam tubuh Harry. Setelah percakapan itu berakhir, Harry kembali ke dunia nyata ke dalam tubuhnya sendiri.
Voldemort menjinjing tubuh Harry yang berpura-pura mati ke Hogwarts untuk menginformasikan bahwa Harry telah tewas di tangannya. Tetapi, para pejuang Hogwarts tak mengalah.
Neville Longbottom, salah satu murid Hogwarts, bahkan menarik Pedang Gryffindor dari dalam Topi Ajaib. Harry kemudian bangkit dan menawarkan bahwa dirinya belum mati. Sebagian Pelahap Maut yang cemas, termasuk keluarga Malfoy, mulai meninggalkan pasukan Voldemort.
Harry karenanya terlibat dalam suatu duel sengit melawan Voldemort. Mereka saling menyerang satu sama lain di banyak sekali sudut pertempuran di Hogwarts.

Di segi lain, Molly Weasley berhasil membunuh Bellatrix Lestrange. Sementara, Neville sukses membunuh Nagini, membuat Voldemort tak lagi mempunyai Horcrux yang tersisa.

Voldemort mengucapkan Kutukan Kematian pada Harry dengan menggunakan Tongkat Elder. Namun, kutukan itu justru jadinya berbalik membunuhnya sendiri. Hal ini disebabkan karena kesetiaan Tongkat Elder bahwasanya bukan berada pada Snape seperti yang diduga oleh Voldemort, melainkan pada Harry.

Setelah akhir hayat Voldemort, perang besar itu pun rampung. Harry merusak Tongkat Elder biar tidak lagi mampu dipakai oleh siapapun.
Seluruh dunia sihir pun perlahan bangun kembali dan menata kehidupan baru. Kehidupan juga terus berlangsung bagi Harry dan mitra-kawannya.
Akhir film ini memperlihatkan Harry dan kawan-kawannya sembilan belas tahun sesudah Perang Hogwarts. Harry yang telah menikah dengan Ginny mengirim anak-anaknya pergi ke Howarts.
Begitu pula dengan Ron yang telah menikah dengan Hermione dan memiliki dua anak, serta Malfoy yang sudah mempunyai seorang putra. Mereka semua melepas kepergian anak-anak mereka ke Hogwarts dengan raut paras penuh kebanggan.
Nah, itulah tadi ulasan dan sinopsis film Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 2.
Kesimpulan:
Harry Potter and the Deathly Hallows Part 2 menutup seri fantasi Harry Potter dengan epik dan menakjubkan. Banyak bab dalam film ini yang sukses memberikan kesimpulan memuaskan serta kadang-kadang tak terduga pada rangkaian cerita Harry dan mitra-kawannya.
Sama seperti film sebelumnya, bagian kedua dari final dongeng Harry Potter ini juga disokong oleh imbas visual yang mengesankan. Pada akibatnya, pesan susila yang berupaya disampaikan dalam keseluruhan kisah Harry Potter juga terasa sangat berpengaruh dan mempunyai arti. Film ini mengukuhkan Harry potter sebagai salah satu franchise yang fenomenal.
Sumber foto: Warner Bros. Pictures
Posting Komentar untuk "Review Profile Harry Potter And The Deathly Hallows Part 2 (2011)"