Review Profile Film Percy Jackson: Sea Of Monsters (2013), Misi Menyelamatkan Perkemahan Blasteran
Wekepo.com – Percy Jackson Sea of Monsters adalah film fantasi petualangan buatan Amerika Serikat yang menjadi sekuel dalam seri film Percy Jackson and the Olympians. Film ini diangkat dari novel fantasi populer karya Rick Riordan.
Di film Percy Jackson 2, Thor Freudenthal ditunjuk selaku sutradara, sementara Marc Guggenheim menjadi penulis naskahnya. Film berdurasi 106 menit ini dirilis oleh perusahaan distributornya, 20th Century Fox, pada 7 Agustus 2013.
Film barat fantasi terbaru 2013 ini dibintangi oleh Logan Lerman yang berperan selaku Percy Jackson, Alexandra Daddario sebagai Annabeth Chase, Douglas Smith sebagai Tyson, Leven Rambin selaku Clarisse La Rue, Brandon T. Jackson sebagai Grover Underwood, Jake Abel selaku Luke Castellan, dan Paloma Kwiatkowski selaku Thalia Grace.
Berikut ini yakni Sinopsis Film Percy Jackson Sea of Monsters.
| Sutradara | Thor Freudenthal |
| Penulis Naskah | Marc Guggenheim |
| Tanggal Rilis | 7 Agustus 2013 |
| Durasi Tayang | 106 menit |
| Asal Negara | United States |
| Bahasa | English |
| Genre / Tema | Fantasi |
| Series Ke 1 | Percy Jackson & The Olympians: The Lightning Thief (2010) |
Sinopsis Film Percy Jackson Sea of Monsters (2013) – Percy Jackson Series 2

Dalam dongeng Percy Jackson 2, sesudah sukses menemukan Tongkat Petir Zeus dan mencegah terjadinya perang antar tuhan pada film pertama, Percy Jackson kembali untuk menghabiskan animo panas di Perkemahan Blasteran. Percy yakni putra Dewa Laut Yunani Poseidon yang gres bergabung di Perkemahan Blasteran, sebuah kemah pelatihan ekspresi dominan panas bagi para demigod atau belum dewasa Dewa seperti Percy.
Di awal film, Percy menceritakan suatu cerita lama yang pernah terjadi di Perkemahan Blasteran bertahun-tahun sebelumnya. Dalam cerita itu, nampak Annabeth Chase, Thalia Grace, si satyr Grover Underwood, dan Luke Castellan ketika mereka masih anak-anak.
Sama seperti para demigod lain yang harus menghadapi bahaya saat memasuki area Perkemahan Blasteran untuk pertama kalinya, ketiga demigod itu pun dikejar oleh sekawanan monster.
Untuk memberi waktu bagi teman-temannya supaya bisa masuk ke perkemahan dengan selamat, Thalia mengorbankan dirinya. Tubuh Thalia kemudian diubah oleh ayahnya, Zeus sang Dewa Petir Yunani, menjadi sebatang pohon yang mempunyai kekuatan untuk melindungi Perkemahan Blasteran.
Kembali ke kala sekarang di Perkemahan Blasteran, Percy sering kali harus menghadapi gangguan dari sesama akseptor perkemahan lain yang sombong dan sok pahlawan, Clarisse La Rue. Clarisse kerap menyindir bahwa kesuksesan Percy dalam misi pertamanya tahun kemudian hanyalah karena keberuntungan semata. Ia juga selalu berusaha mengungguli Percy dalam segala hal.
Suatu hari, sesosok cyclops bernama Tyson datang di Perkemahan Blasteran. Tyson mengaku bahwa seperti Percy, ia juga ialah anak Poseidon sang Dewa Laut Yunani. Percy berupaya beradaptasi dengan fakta gres bahwa Tyson yaitu saudaranya.
Dalam salah satu acara latihan di Perkemahan Blasteran, tiba-datang muncul Banteng Colchis, salah satu makhluk dalam mitologi Yunani, yang menyerang para demigod. Setelah kekacauan itu diatasi, siapa pun di Perkemahan Blasteran baru menyadari bahwa derma dari Pohon Thalia tidak lagi melakukan pekerjaan .


Rupanya, Luke, mantan penerima perkemahan yang berkhianat, telah meracuni pohon itu sehingga semua makhluk jahat sekarang bisa menyerang Perkemahan Blasteran ketika-waktu.
Percy kemudian mendengar sebuah ramalan dari sang Oracle, sosok gila dalam mitologi Yunani, yang mengatakan bahwa salah satu dari anak Dewa Tertua Yunani mempunyai tugas besar dalam memilih takdir para Dewa Yunani di Olympus berikutnya, entah menuju kejayaan ataupun kehancuran.
Chiron menyebutkan bahwa Percy yakni satu-satunya anak Dewa Tertua yang diketahui masih hidup hingga saat itu. Oleh alasannya itu, ramalan itu kemungkinan besar merujuk pada Percy.
Sementara itu, dua sahabat Percy, Annabeth dan Grover, berusaha memeriksa wacana cara untuk menyembuhkan lagi Pohon Thalia. Mereka kemudian mengetahui bahwa terdapat suatu benda ajaib bernama Bulu Domba Emas yang tersimpan di sebuah pulau di seberang lautan berbahaya yang memiliki kemampuan menyembuhkan.
Namun, saat Percy dan kawan-kawannya mengajukan diri untuk mencari Bulu Domba Emas, pimpinan perkemahan Mr. D justru memilih Clarisse untuk melakukan misi itu.
Tak ingin tinggal membisu, Percy pun merekomendasikan pada sobat-temannya agar mereka menyelinap pergi dan berupaya mencari Bulu Domba Emas itu sendiri. Annabeth, Grover, dan Tyson kesannya baiklah untuk ikut dengan Percy dalam misinya itu.

Annabeth memanggil suatu kendaraan gila bernama Kereta Terkutuk, yang dari luar bekerjsama nampak mirip taksi berwarna kuning kebanyakan. Tetapi, pengemudinya yaitu The Graeae, tiga wanita bersaudari yang menyeramkan dan nampak mirip nenek sihir.

Mereka kemudian memberitahu Percy dan kawan-kawannya tiitk koordinat dari Lautan Monster yang menjadi lokasi keberadaan Bulu Domba Emas yang dicari oleh Percy. Tetapi, Percy dan mitra-kawannya kehabisan uang sihir Drachmas.
Ini bermakna mereka tidak bisa lagi menumpang kendaraan itu. Oleh sebab itu, Percy dan kawan-kawannya diturunkan di Kota Washington DC.
Saat mereka tengah berjalan menyusuri jalanan kota, tiba-tiba Grover diculik oleh Chris Rodriguez, salah satu anak buah Luke yang menjinjing Grover ke Luke. Percy, Annabeth, dan Tyson pun lalu menjajal melacak keberadaan Luke dengan cara menemui ayah Luke, Dewa Hermes.
Dengan isyarat dari Hermes, Percy dan mitra-kawannya kemudian berupaya menyusul Luke yang ternyata sedang berada di sebuah kapal berjulukan Andromeda. Percy, Annabeth, dan Tyson menaiki seekor hippokampos untuk menuju ke kapal Luke.
Setelah mereka hingga di kapal itu, mereka berhadapan eksklusif dengan Luke. Luke kemudian mengungkapkan planning jahatnya untuk membangkitkan lagi Kronos. Dalam mitologi Yunani, Kronos adalah yang kuasa kuno jahat yang dahulu menyantap anak-anaknya sendiri, para Dewa Olympus.
Luke berupaya menghidupkan Kronos dengan menggunakan Bulu Domba Emas yang juga sedang dicari oleh Percy dan temannya. Begitu Kronos sukses dibangkitkan, maka para ilahi Yunani dan seluruh Olympus yang menjadi daerah tinggal mereka akan hancur.
Luke kemudian menahan Percy beserta temannya dalam sebuah ruangan penjara di kapal itu. Tetapi, dengan kemampuannya mengendalikan air, Percy semua temannya kesudahannya sukses melarikan diri dari sana.

Mereka menggunakan sebuah bahtera kecil untuk lolos. Tetapi, tak lama lalu, Percy dan temannya lalu menyaksikan sebuah pusaran air raksasa di tengah lautan yang menjajal menyeret mereka. Pusaran air itu sebetulnya dihasilkan oleh Charybdis, sosok makhluk mitologi Yunani yang menghuni laut dan kerap menelan kapal yang melewatinya.

Dengan secepatnya, bahtera kecil mereka pun ditelan oleh Charybdis dan mereka masuk ke dalam perut monster itu. Namun, mereka terkejut alasannya di dalam perut Charybdis, Percy dan mitra-kawannya berjumpa Clarisse dan kapalnya yang sudah ditelan apalagi dulu oleh makhluk itu.

Percy dan Clarisse karenanya memutuskan untuk berafiliasi biar mereka mampu keluar dari sana dengan cara menembakkan panah ke arah dinding perut Charybdis. Rencana itu pun sukses, dan mereka sukses keluar lewat suatu lubang kecil di perut Charybdis.
Percy beserta teman-temanya akhirnya tiba di Circeland, pulau yang mereka tuju. Namun, pulau itu dihuni oleh Polyphemus, makhluk mitologi Yunani yang ibarat raksasa dan sangat berbahaya.
Percy dan mitra-kawannya berhasil menghindari Polyphemus. Mereka lalu memperoleh Bulu Domba Emas yang mereka cari dan memerangkap Polyphemus di guanya biar tidak bisa menyerang mereka.
Tetapi, Luke tiba-tiba muncul di daerah itu. Ia meminta biar Bulu Domba Emas itu diserahkan padanya, tetapi Percy menolak.

Luke berusaha menembak Percy dengan panah, namun Tyson bergerak cepat untuk melindungi Percy. Anak panah Luke perihal Tyson dan menciptakan Tyson terjatuh ke bahari.
Begitu Luke berhasil merebut Bulu Domba Emas itu dari Percy, ia pun segera meletakkannya di atas peti mati Kronos sebagai bagian dari ritual untuk membangkitkan dewa itu. Percy berusaha menggantikan Bulu Domba Emas itu dan ia pun terlibat pertandingan dengan Luke.
Saat Luke nyaris sukses mengalahkan Percy, Tyson tiba-datang muncul dari bawah air dan menerjang Luke. Rupanya, Tyson tidak mati alasannya adalah ia menerima kekuatan penyembuhan dari lautan yang ialah daerah kekuasaan Poseidon, ayah Tyson dan Percy.
Sementara itu, Bulu Domba Emas itu kesudahannya sukses membangkitkan Kronos dari dalam petinya. Kronos kemudian menelan Grover dan Luke yang berada di dekatnya. Kini, Kronos lah yang mesti dihadapi oleh Percy.
Percy kemudian teringat bahwa dikala dia mendengar ramalan sang Oracle beberapa waktu sebelumnya, sang Oracle juga menyebutkan bahwa ada benda abnormal bernama “Bilah Terkutuk” yang mampu dipakai untuk melawan Kronos.
Percy pun menyadari bahwa “Bilah Terkutuk” yang dimaksud oleh ramalan sang Oracle itu adalah Pedang Riptide miliknya. Oleh karena itu, Percy pun eksklusif menebas Kronos dengan pedang itu dan memotong sosok Kronos menjadi beberapa bab. Dengan cara itu, jiwa Kronos sukses kembali terperangkap dalam peti dari mana dia berasal.
Sebelum Kronos lenyap, dia memuntahkan Grover dan Luke. Luke terlempar sampai masuk ke dalam gua kawasan Polyphemus ditahan.
Tetapi, keberhasilan Percy dan kawan-kawan tak berjalan usang alasannya adalah tiba-tiba muncul sesosok Manticore yang menyerang Annabeth. Clarisse dan Grover bertindak cepat untuk membunuh makhluk itu.
Namun, Annabeth yang terluka parah pun sekarat alasannya serangan itu. Percy menggunakan Bulu Domba Emas itu pada Annabeth, sehingga Annabeth sukses tertolong.
Di simpulan petualangan mereka, Percy menyerahkan Bulu Domba Emas itu pada Clarisse, sebagai orang yang sebetulnya ditunjuk oleh Perkemahan Blasteran untuk melaksanakan misi itu. Mereka semua kemudian kembali ke Perkemahan Blasteran.
Begitu mereka sampai, Thalia secepatnya meletakkan Bulu Domba Emas itu di Pohon Thalia. Keesokan harinya, semua orang di Perkemahan Blasteran menjadi sangat terkejut alasannya adalah Bulu Domba Emas itu memiliki kekuatan yang sungguh besar hingga bisa membangkitkan hidup lagi Thalia menjadi insan.
Percy kemudian menyadari bahwa kembalinya Thalia memiliki potensi mengganti hasil selesai dari Ramalan sang Oracle itu. Sebab, Thalia ialah putri dari Zeus, yang juga merupakan salah satu ilahi Yunani tertua selain Poseidon, ayah Percy. Itu artinya, anak yang dimaksud dalam ramalan itu juga bisa jadi adalah Thalia.
Pada bagian tamat film, nampak peti Kronos yang memancarkan cahaya. Hal ini menandakan bahwa Kronos belum sepenuhnya lenyap dan mampu bangkit lagi sebuah ketika.
Demikian lah ulasan dan sinopsis film Percy Jackson Sea of Monsters.
Kesimpulan Film Percy Jackson Sea of Monsters
Seperti film pendahulunya, Film Percy Jackson Sea of Monsters juga memperlihatkan ketegangan yang serupa dari petualangan Percy dan semua temannya.
Dengan efek visual dan rangkaian adegan agresi yang mendebarkan, Percy Jackson Sea of Monsters menjadi film fantasi yang menyuguhkan keseruan bagi penontonnya.
Sumber foto: 20th Century Fox
Posting Komentar untuk "Review Profile Film Percy Jackson: Sea Of Monsters (2013), Misi Menyelamatkan Perkemahan Blasteran"