Review Profile Film Spider-Man: Into The Spider-Verse (2018), Kisah Superhero Afrika
Spider-Man merupakan salah satu aksara paling populer dalam seri komik Marvel. Karakter yang pertama kali diciptakan oleh Stan Lee dan Steve Ditko ini termasuk superhero favorit bagi banyak penggemar Marvel Entertainment, studio film yang memegang hak cipta atas aneka macam abjad yang muncul di komik-komik klasik Marvel.
Oleh sebab itu, dikala tersiar kabar pada 2014 bahwa Sony Pictures tengah menggarap sebuah spin off untuk film Spider-Man, para penggemar pun merasa bergairah. Tidak seperti film-film Spider-Man sebelumnya di mana Peter Parker menjadi tokoh sentral, film ini memperkenalkan protagonis utama baru yang berjulukan Miles Morales. Karakter Miles Morales diciptakan oleh Brian Michael Bendis dan Sara Pichelli.

Film Spider-Man: Into the Spider-Verse diproduksi oleh Columbia Pictures, Sony Pictures Animation, Marvel Entertainment, Arad Productions, Lord Miller Productions, dan Pascal Pictures, di mana Sony Pictures juga berperan sebagai biro film ini.
Menariknya, film berdurasi 117 menit ini dapat terwujud melalui kolaborasi tiga sutradara sekaligus, adalah Bob Persichetti, Peter Ramsey, dan Rodney Rothman. Naskah film ini, yang ditulis oleh Phil Lord dan Rodney Rothman, disusun berdasarkan rancangan kisah yang dibentuk oleh Phil Lord sendiri.
Sementara itu, sejumlah bintang film yang terlibat sebagai pengisi bunyi dalam film Spider-Man: Into the Spider-Verse, di antaranya termasuk Shameik Moore yang berperan sebagai Miles Morales atau Spider-Man, Jake Johnson selaku Peter B. Parker, Chris Pine selaku Peter Parker, Hailee Steinfeld selaku Gwen Stacy atau Spider-Woman, dan Mahershala Ali sebagai Aaron Davis atau Prowler.
Lalu, ada pula Brian Tyree Henry yang berperan selaku Jefferson Davis, Lily Tomlin selaku Aunt May, Luna Lauren Velez selaku Rio Morales, Zoë Kravitz sebagai Mary Jane Watson, John Mulaney sebagai Spider-Ham, Kimiko Glenn selaku Peni Parker, Nicolas Cage selaku Spider-Man Noir, Kathryn Hahn selaku Olivia Octavius atau Doctor Octopus, serta Liev Schreiber selaku Kingpin.
Film Spider-Man Into the Spider-Verse menerima banyak pujian dari kritikus, utamanya untuk gaya animasi, kisah, karakter, dan soundtrack dalam film ini. Dalam The Academy Awards 2019, film ini berhasil memutus rekor film buatan Disney/Pixar yang selama tujuh tahun berturut-turut sejak tahun 2012 sukses memenangkan kategori Best Animated Feature Film.
Penasaran dengan dongeng petualangan Miles Morales sebagai Spider-Man dalam model animasi dongeng cerita sang superhero? Langsung aja yuk, kita simak sinopsis film Spider-Man: Into the Spider-Verse berikut.
Sinopsis Film Spider-Man: Into the Spider-Verse (2018)
Miles Morales, ialah seorang cukup umur keturunan Afrika-Amerika dan Puerto Rico yang tinggal dengan ayah dan ibunya di New York City. Ayah Miles melakukan pekerjaan sebagai polisi, sedangkan ibunya bekerja selaku perawat.
Ayah Miles, Jefferson, tidak menggemari keberadaan Spider-Man di Kota New York. Ia merasa bahwa Spider-Man justru lebih sering membuat keonaran di kota mereka.
Berkat kecerdasannya, Miles berhasil menerima beasiswa untuk pindah ke suatu sekolah asrama elit di New York kawasan belum dewasa orang kaya menempuh pendidikan. Sebenarnya, Miles membenci bersekolah di daerah itu. Tetapi, orang bau tanah Miles senantiasa meletakkan cita-cita yang tinggi terhadapnya dan Miles merasa tidak yummy kalau mengecewakan mereka.
Anggota keluarga yang sungguh-sungguh Miles segani yakni pamannya, Aaron Davis, yang tinggal sendiri. Miles kerap berkunjung ke apartemen pamannya itu dan menceritakan wacana kehidupan sekolahnya. Aaron senantiasa mampu menghibur Miles dan memberi saran yang membantu. Miles menilai Aaron seperti ayahnya sendiri.
Suatu hari, Aaron mengajak Miles untuk pergi ke salah satu kawasan belakang layar favoritnya di Kota New York. Tempat itu ialah bekas suatu stasiun kereta bawah tanah. Aaron yang tahu bahwa Miles punya minat yang besar dalam seni lalu membiarkan keponakannya itu melukis grafitti di dinding terowongan.
Tetapi, tanpa sepengetahuan Miles, tiba-tiba seekor laba-keuntungan radioaktif menggigitnya. Awalnya, Miles tidak menyadari perbedaan dalam dirinya. Namun, setelah ia pulang, Miles menyadari bahwa beliau mempunyai semua kemampuan yang dimiliki oleh keuntungan-laba kebanyakan.
Miles kembali ke terowongan itu untuk menyelidiki apa yang sebetulnya terjadi pada saat ia tiba ke sana bersama Aaron beberapa saat sebelumnya. Sesampainya di sana, Miles menemukan bangkai keuntungan-keuntungan yang telah mati setelah beliau tepuk tanpa sadar.
Laba-keuntungan itu mempunyai bentuk dan warna yang ajaib. Itulah ketika Miles menyadari bahwa terowongan itu bantu-membantu terletak tak jauh dari sebuah kemudahan dengan plang peringatan radioaktif yang ditutup untuk publik.
Miles menyelinap masuk dan tak sengaja menyaksikan pertandingan sengit yang terjadi antara Spider-Man dengan seorang laki-laki bertubuhamat besar, Kingpin. Kingpin ialah usahawan kaya yang berupaya membangun sebuah mesin mutakhir bernama “Super-Collider” yang bisa memunculkan objek sampai orang dari semesta lain. Kingpin membangun mesin itu untuk menghadirkan lagi istri dan putranya yang telah meninggal.
Spider-Man yang berusaha untuk menghancurkan Super-Collider tampakkewalahan dalam menghadapi dua anak buah Kingpin, Green Goblin dan Prowler. Ketika eksistensi Miles diketahui, Spider-Man menyelamatkan Miles.
Tetapi, Green Goblin kemudian melemparkan Spider-Man ke arah Super-Collider, hingga menciptakan suatu ledakan. Ledakan ini menewaskan Green Goblin dan menciptakan Spider-Man terluka amat parah. Spider-Man kemudian menawarkan pada Miles suatu flashdisk yang menjadi kunci untuk menonaktifkan mesin Super-Collider. Spider-Man mengatakan bahwa Miles harus mematikan mesin itu atau seluruh kota akan hancur. Miles berhasil melarikan diri dari daerah itu sebelum Kingpin menghampiri mereka dan membunuh Spider-Man.
Seluruh kota New York berduka atas ajal Spider-Man/Peter Parker. Demi memenuhi ajakan Peter, Miles pun mempelajari kesanggupan supernya untuk merencanakan diri. Tetapi, dia tanpa sengaja menghancurkan flashdisk itu.
Saat Miles mengunjungi makam Peter, ia melihat sosok mirip Peter. Ternyata, ia yaitu Peter B. Parker yang ialah versi Spider-Man dari semesta lain.
Tetapi, berlainan dengan Peter Parker di semesta Miles yang punya sifat teladan, Peter ini justru nampak seperti pria pemalas yang frustasi. Ia memberitahu Miles bahwa suatu kekuatan misterius tiba-tiba menariknya ke dunia Miles.
Setelah Miles menceritakan wacana situasi yang beliau hadapi, Peter B. menyadari bahwa untuk mampu pulang ke semestanya, ia mesti menolong Miles. Sebab, mesin Super-Collider itu adalah kunci yang mampu menghubungkan portal antar semesta.

Untuk itu, mereka mesti memperbaiki flashdisk yang dirusak oleh Miles dengan cara mencuri data dari gedung sentra penelitian yang dikerjakan oleh Kingpin. Miles mengetahui bahwa beliau juga mempunyai kemampuan untuk berganti tak kasat mata. Sebelum mereka sempat kabur dari gedung itu, mereka dihadang oleh ilmuwan Olivia Octavius yang memperingatkan bahwa bila tak segera kembali ke semestanya sendiri, Peter akan mati di semesta mereka.
Olivia mengejar mereka sampai ke hutan yang mengelilingi gedung itu. Tetapi, Peter dan Miles alhasil sukses melarikan diri berkat dukungan Gwen Stacy, siswa gres di sekolah Miles, yang ternyata merupakan Spider-Woman. Seperti Peter, beliau juga berasal dari semesta lain.


Untuk mengenali lebih banyak perihal misi yang mesti mereka lakukan untuk menghentikan Kingpin, Miles, Peter, dan Gwen lalu pergi ke rumah bibi dari Peter, Bibi May. Rupanya, di rumah itu juga telah menunggu tiga versi lain dari Spiderman yang juga berasal dari semesta yang berlainan.
Mereka yaitu Spider-Noir, Spider-Ham, dan Peni Parker. Mereka semua terserap ke semesta Miles sebab efek samping dari Super-Collider yang sempat diaktifkan oleh Kingpin.

Beragam versi lain dari Spider-Man ini mesti kembali ke semesta mereka sendiri dengan memakai alat yang serupa yang harus dihancurkan oleh Miles, Super-Collider. Miles memberikan diri untuk merusak mesin itu selagi mereka kembali ke semesta masing-masing, tetapi para Spider-Man lain ini mengatakan bahwa Miles tidak mempunyai kemampuan yang dibutuhkan untuk melaksanakan hal tersebut.

Miles yang merasa sedih lalu pergi ke apartemen Aaron. Di sana, beliau memperoleh fakta bahwa Aaron sebetulnya adalah Prowler. Sebelum Aaron menyadari kehadirannya, Miles secepatnya kembali ke rumah Bibi May. Peni ternyata sudah berhasil membuat flashdisk gres yang mampu mereka pakai untuk menonaktifkan mesin Super-Collider.
Namun, Kingpin dan anak buahnya kemudian menyerbu ke tempat tinggal Bibi May. Dalam pertarungan yang terjadi, Aaron berhasil menangkap Miles. Tetapi, sehabis mengetahui bahwa ternyata salah satu dari Spider-Man itu yakni keponakannya sendiri, Aaron tidak bersedia untuk membunuh Miles.
Hal ini menciptakan Kingpin menjadi murka dan akhirnya menembak Aaron. Sebelum meninggal, Aaron berpesan kepada Miles untuk tetap melanjutkan perjuangannya. Ayah Miles lalu muncul di tempat insiden dan mengira bahwa Spider-Man lah yang membunuh Aaron.
Para Spider-Man balasannya berkumpul lagi di di kamar asrama Miles. Di sana, Peter mencoba memberi pengertian terhadap Miles bahwa Miles masih belum siap untuk ikut bareng mereka. Peter berniat menggantikan peran Miles dan menghancurkan mesin selagi yang lain kembali ke semesta mereka.
Miles karenanya tergerak untuk segera menguasai kemampuannya semoga ia dapat membantu para Spider-Man yang lain dalam menghentikan Kingpin. Ia pun bergabung dengan para Spider-Man lain. Setelah berhasil mengalahkan para kaki tangan Kingpin, Miles mengambilalih kendali Super-Collider. Ia mengantarversi lain Spider-Man pulang ke semesta mereka.


Pada akhirnya Miles harus menghadapi Kingpin sendiri. Pada saat itu, ayah Miles yang merupakan polisi telah datang di lokasi. Melihat pertandingan antara Miles dan Kingpin, ayah Miles menyadari bahwa Spider-Man ialah pahlawan yang sebetulnya.

Miles kesannya memakai kesanggupan mengeluarkan racun untuk melumpuhkan Kingpin. Miles kemudian melempar Kingpin ke arah tuas kontrol Super-Collider untuk merusak mesin tersebut. Setelah itu, para polisi menahan Kingpin dan kaki tangannya.
Di selesai film, diceritakan bahwa para Spider-Man risikonya kembali menjalani kehidupan di semesta mereka masing-masing. Sementara itu, Miles sendiri mulai menyesuaikan diri dengan identitas barunya selaku Spider-Man.

Kesimpulan
Meskipun berformat animasi, film ini tak kalah serunya dengan model live action dari cerita sang superhero. Film ini seakan menjadi angin segar bagi film-film pembiasaan Spider-Man yang selalu memperlihatkan Peker Parker selaku aksara khususnya. Selain itu, berbagai dialog dalam film ini juga menghidangkan gaya komedi yang pandai dan menghibur bagi para penontonnya.
Kalian terpesona sehabis membaca review film Spider-Man: Into the Spider-Verse ini? Langsung saja, masukkan film ini ke dalam daftar film barat animasi yang wajib kamu tonton.
Sumber foto: Sony Pictures Releasing
Posting Komentar untuk "Review Profile Film Spider-Man: Into The Spider-Verse (2018), Kisah Superhero Afrika"