Review Profile Film Saving Private Ryan (1998), Misi Istimewa Evakuasi Dalam Perang
Kalau kau belum pernah menonton Saving Private Ryan tapi merasa familiar dengan judul film ini, maka hal itu bisa dimengerti. Sebab, Saving Private Ryan mungkin termasuk salah satu film bernuansa perang yang paling populer.
Saving Private Ryan adalah sebuah film asal Amerika Serikat yang bertema perang. Film ini mulai ditayangkan secara luas pada 24 Juli 1998. Dalam film berdurasi 169 menit ini, terdapat dua bahasa yang dipakai yakni Bahasa Inggris dan Jerman.
Kisah dalam film Saving Private Ryan berlatar pada insiden Penyerangan Normandy, sebuah kota yang terletak di salah satu garis pesisir pantai di negara Prancis yang memiliki nilai vital alasannya menjadi jalur masuk untuk menguasai bagian penting lain di Prancis.
Tetapi, film ini tidak menekankan pada cerita pertempuran yang terjadi selama operasi Normandy. Saving Private Ryan justru berfokus pada cerita mendebarkan perihal solusi suatu misi istimewa. Dalam perang, di samping supaya tujuan utama bisa tercapai, petinggi militer akan berusaha sebisa mungkin biar jumlah serdadu yang gugur untuk sebuah misi juga bisa ditekan seminimal mungkin.
Namun, tidak dengan misi dalam film Saving Private Ryan. Misi yang diberikan pada Captain John H. Miller, karakter utama dalam film ini yang diperankan dengan mengesankan oleh Tom Hanks, yaitu menyelamatkan Private James Francis Ryan yang ketiga kakaknya telah gugur dalam perang. Untuk misi ini, Miller dibantu oleh tujuh tentara lain. Delapan nyawa dipertaruhkan untuk menjinjing pulang satu tentara.
Steven Spielberg, sutradara yang membesut film legendaris Schindler’s List (1993), kembali memperlihatkan kebolehannya dalam menuturkan dongeng bernuansa perang lewat arahannya dalam Saving Private Ryan. Sementara itu, Robert Rodat, penulis naskah film Saving Private Ryan menerima inspirasinya dari buku karya Stephen Ambrose, sejarawan perang ternama di Amerika Serikat, yang berjudul “D-Day: June 6, 1944: The Climactic Battle of World War II”.

Dalam buku itu, terdapat cerita kasatmata keluarga Nilands yang harus kehilangan dua putra mereka dalam Perang Dunia II. Putra ketiga yang masih hidup balasannya diselamatkan oleh Departemen Perang Amerika Serikat dan diantarpulang semoga keluarga Nilands tidak terpukul karena harus kehilangan semua putranya.
Di samping Tom Hanks, film Saving Private Ryan juga dibintangi oleh Edward Burns yang berperan selaku Private Richard Reiben, Matt Damon sebagai Private James Francis Ryan, Harrison Young sebagai Old James Ryan, Tom Sizemore selaku Sergeant Mike Horvath, Jeremy Davies selaku Corporal Timothy Upham, Vin Diesel selaku Private Adrian Caparzo, Adam Goldberg sebagai Private Stanley Mellish, Barry Pepper sebagai Private Daniel Jackson, Giovanni Ribisi selaku Medic Irwin Wade.
Lalu, ada pula Ted Danson yang berperan selaku Captain Fred Hamill, Paul Giamatti selaku Sergeant William Hill, Dennis Farina selaku Lieutenant Colonel Walter Anderson, Joerg Stadler sebagai Steamboat Willie, dan Max Martini sebagai Corporal Henderson.
Berikut ini adalah sinopsis film Saving Private Ryan.
Sinopsis Film Saving Private Ryan
Bagian awal film Saving Private Ryan menampilkan seorang pria lanjut usia yang berjalan di suatu kompleks pemakaman dengan diikuti oleh keluarganya yang berjalan di belakang laki-laki itu. Penanda yang identik di setiap makam membuat kita akan memahami bahwa itu ialah sebuah kompleks pemakaman jagoan perang.
Pria itu lalu mulai melangkah ke arah sebuah makam. Di depan makam itu, beliau kemudian terduduk dan nampak begitu emosional.
Cerita dalam film kemudian beralih secara kilas balik ke suatu adegan yang menawarkan kala Perang Dunia II, tepatnya pada tanggal 6 Juni 1944. Adegan itu berlatar di pesisir pantai Omaha, Normandy, Prancis. Beberapa kapal serdadu Amerika Serikat bersiap untuk berlabuh dan melakukan serangan di sepanjang garis pantai yang dijaga ketat oleh serdadu Jerman.

Terjadi baku tembak menegangkan antara pasukan Amerika Serikat dan Jerman. Rupanya, Jerman telah menyiapkan diri untuk serangan itu. Itulah mengapa garis pertahanan mereka sungguh kuat dan susah untuk ditembus.
Tentara Amerika Serikat berupaya bertahan di bawah desing peluru dan ledakan bom serta granat dari arah markas Jerman. Mereka menanggung banyak korban jiwa. Para prajurit mulai gugur dan tumbang di sepanjang pantai hingga membuat air di pesisir pantai itu menjadi merah oleh darah. Beberapa prajurit merintih kesakitan karena kehilangan anggota tubuhnya. Seluruh pemandangan miris ini ditampilkan secara kongkret.
Salah satu di antara mereka adalah Captain John H. Miller yang tak berdaya menyaksikan banyak anak buahnya yang gugur di sekitarnya. Ia lalu menjajal mencari cara supaya mereka bisa merangsek maju. Setelah pertempuran sengit yang berlangsung usang, tentara Amerika Serikat jadinya sukses mengambilalih seluruh kawasan itu.
Sementara itu, di Amerika Serikat, para pegawai di kantor Departemen Perang tampaksibuk menuliskan surat personal untuk dikirim pada keluarga para prajurit yang gugur di medan perang. Salah satu staf lalu memperoleh bahwa keluarga Ryan yang mengantarkan empat putra mereka ke Perang Dunia II, sudah kehilangan tiga di antaranya. Hanya satu dari mereka yang masih hidup.
Petinggi militer tidak mampu membayangkan bagaimana jadinya jika Mrs. Ryan mendengar kabar ajal empat putranya sekaligus di hari yang sama. Maka, beliau memutuskan bahwa penting untuk mengevakuasi putra keempat dari medan perang supaya ia mampu pulang dan menemani ibunya yang berduka.
Misi istimewa itu pun alhasil diberikan pada Captain Miller yang kredibilitasnya semakin diandalkan setelah memenangkan Operasi Normandy. Miller kemudian memilih tujuh orang lain untuk menemaninya dalam misi itu. Enam orang yang dia pilih yaitu para tentara yang selama ini paling mampu ia unggulkan. Sementara itu, pria ketujuh ialah seorang tentara pemula yang punya kemampuan menerjemahkan Bahasa Jerman, namun belum memiliki pengalaman bertempur di lapangan.

Mereka yakni Private Richard Reiben, Sergeant Mike Horvath, Corporal Timothy Upham, Private Adrian Caparzo, Private Stanley Mellish, Private Daniel Jackson, serta Medic Irwin Wade.
Mereka pun mengawali perjalanan mereka dari kota terdekat, Neuville. Namun, di sana, ketika berusaha menjajal menyelamatkan satu keluarga sipil Prancis yang terjebak di dalam medan perang, Caparzo meninggal alasannya adalah bidikan seorang penembak jitu Jerman yang bersembunyi di loteng sebuah bangunan terdekat. Jackson yang ahli menembak pun kesannya balas membunuh penembak jitu itu.

Mereka bertemu dengan seorang tentara yang menyampaikan bahwa divisi kawasan Ryan bertugas sudah tercerai berai. Tetapi, sebagian berada di erat lokasi mereka. Setelah sampai di sana, ternyata yang mereka temukan ialah James Frederick Ryan, bukan James Francis Ryan yang mereka cari.

Kelompok itu kemudian melanjutkan perjalanan mereka ke kota selanjutnya. Di sana, mereka berjumpa lagi dengan penggalan dari divisi pasukan Ryan. Salah satu prajurit yang melalui memberi tahu bahwa Ryan berada di Ramelle, suatu kota yang terletak tak jauh dari sana.

Tetapi ketika kalangan itu mendekati Ramelle, Miller menyadari bahwa suatu area sudah dipasangi jebakan oleh serdadu Jerman untuk menyergap kelompok pasukan berikutnya yang akan lewat di sana. Meski bukan merupakan tujuan misinya, Miller kemudian menetapkan untuk menyerang para serdadu Jerman yang memasang jebakan itu.
Meski anak buahnya tidak baiklah, mereka pun terpaksa mengikuti perintah Miller. Dalam pertempuran itu, Wade terluka parah hingga karenanya meninggal.
Sementara itu, seorang prajurit Jerman yang berhasil selamat mereka jadikan tawanan perang. Upham menyarankan Miller agar mengampuni nyawa prajurit itu dan Miller pun baiklah. Tetapi, Reiben merasa bahwa mengampuni nyawa laki-laki itu tidak sebanding dengan pengorbanan Wade.


Reiben menetapkan untuk pergi, namun dia mengurungkan niatnya dikala Miller menyampaikan bahwa di kehidupan sehari-harinya, beliau berprofesi sebagai guru biasa. Ia juga mengatakan bertambah banyak mereka membunuh orang dalam perang, maka akan makin terasa jauh mereka dari rumah. Tawanan perang itu pun dibebaskan.
Mereka risikonya menemukan Ryan yang mereka cari. Ia dan sisa-sisa rekan serdadu di divisinya yang cuma berjumlah sedikit berupaya mempertahankan sebuah jembatan vital di Kota Ramelle supaya tidak dilalui prajurit Jerman.
Setelah diberitahu bahwa ketiga kakaknya telah meninggal, Ryan nampak begitu terpukul. Tetapi, dia menolak untuk pulang dan berhenti sampai di situ saja. Melihat tekad Ryan yang lingkaran dan tak bisa diubah, Miller kesannya menetapkan untuk menggabungkan pasukannya dengan kalangan pertahanan Ryan.


Mereka merencanakan diri dari kehadiran Jerman dengan menempatkan Jackson selaku penembak jitu di menara jam, membuat bom produksi sederhana dari materi peledak seadanya, serta sejumlah senapan dan amunisi yang tersedia.
Miller berencana untuk menyergap prajurit Jerman yang harus lewat jalanan sempit di antara dua bangunan. Menyadari bahwa mereka pasti akan kalah jumlah, rencana selesai Miller ialah mempertahankan jembatan itu semaksimal mungkin. Ketika mereka makin terdesak, sisa pasukannya yang masih hidup akan menyeberang ke jembatan dan merusak jembatan itu sehingga serdadu Jerman tidak mampu meraih mereka.
Setelah final menyusun segala antisipasi, mereka pun bersiaga di pos masing-masing. Keadaan menjadi menegangkan. Tetapi, masing-masing dari mereka berusaha menghibur diri dengan mengingat kembali abad-kurun indah sebelum mereka berangkat perang.
Tak usang kemudian, tentara Jerman mulai tiba. Mereka membawa empat tank yang diiringi oleh pasukan infantri. Segalanya berjalan sesuai planning Miller.
Tetapi, tawanan perang yang mereka lepaskan ternyata bergabung lagi dengan unitnya dan menembak Miller. Upham yang menyaksikan ini risikonya menembak balik tawanan itu.
Pesawat jet tempur Amerika Serikat melintas di langit kemudian membantu kelompok itu untuk memukul mundur serdadu Jerman. Di detik-detik akhir kehidupannya, Miller meminta Ryan untuk menebus pengorbanannya dengan menjalani hidup dengan sebaik-baiknya.

Film kembali lagi ke adegan awal, menunjukkan sosok Ryan yang sekarang telah renta. Ia menawarkan penghormatan di depan makam yang rupanya yakni makam dari Captain Miller.

Itulah tadi ulasan dan sinopsis film Saving Private Ryan.
Kalau kau penggemar film bergenre perang atau aksi, film ini pasti akan sungguh sayang jika dilewatkan. Tetapi, bahkan jika kamu tidak terlalu menikmati adegan-adegan sarat agresi, film ini tetap menawan ditonton. Hal ini dikarenakan film Saving Private Ryan intinya merupakan sebuah dongeng yang menjamah ihwal kemanusiaan.
Sumber foto: Paramount Pictures
Posting Komentar untuk "Review Profile Film Saving Private Ryan (1998), Misi Istimewa Evakuasi Dalam Perang"