Review Profile Film Austenland (2013), Taman Hiburan Untuk Pencinta Novel Jane Austen
Wekepo.com – Sinopsis Film Austenland, Jane Austen yaitu salah satu penulis novel romansa populer dalam sejarah. Banyak dari novelnya yang sudah disesuaikan ke dalam film. Popularitas dari novel-novel Austen ini membuat karya sang penulis tersebut memiliki banyak penggemar.
Film Austenland menyuguhkan tema yang secara khusus menceritakan kisah fiktif tentang para penggemar Jane Austen. Film ini mengambil latar khayalan di suatu daerah bernama Austenland.
Austenland yakni suatu taman hiburan komersial, di mana para pengunjungnya (yang sebagian besar memang merupakan penggemar Jane Austen) mampu mencicipi pengalaman romantis ala novel Jane Austen dengan para pemain drama di tempat itu.
Film drama yang bergenre komedi romansa ini disutradarai oleh Jerusha Hess. Jerusha Hess juga berkolaborasi dengan Shannon Hale sebagai penulis naskah. Film ini disesuaikan dari novel berjudul sama karya Shannon Hale yang dipublikasikan pada tahun 2007.
Film Austenland dibuat lewat koordinasi Fickle Fish Films dan Moxie Pictures. Sementara itu, sebagai distributor film berdurasi 97 menit ini yaitu Sony Pictures Classics dan Stage 6 Films.
Para pemain dalam film Austenland mencakup Keri Russell yang berperan sebagai Jane Hayes, JJ Feild selaku Mr. Henry Nobley, Bret McKenzie selaku Martin, Jennifer Coolidge selaku Elizabeth Charming, James Callis selaku Colonel Andrews, dan Jane Seymour as Mrs. Wattlesbrook.
Selain nama-nama di atas, film ini juga dibintangi oleh Georgia King yang berperan sebagai Lady Amelia Heartwright, Ricky Whittle selaku Captain George East, Rupert Vansittart sebagai Mr. Wattlesbrook, serta Richard Reid sebagai Nigel.
| Sutradara | Jerusha Hess |
| Penulis Naskah |
|
| Adaptasi dari Novel | Austenland by Shannon Hale |
| Tanggal Rilis |
|
| Durasi Tayang | 142 menit |
| Asal Negara |
|
| Bahasa | English |
| Didistribusikan oleh | Sony Pictures Classics |
| Tema / Genre | Komedi |
Berikut yakni sinopsis film barat komedi Austenland.
Sinopsis Film Austenland 2013
Tokoh utama dalam film Austenland adalah seorang perempuan muda bernama Jane Hayes. Jane memiliki obsesi yang besar pada cerita-kisah dalam novel karya Jane Austen sekaligus adaptasi film dari novel sang penulis klasik tersebut. Salah satu pembiasaan film Jane Austen favoritnya adalah suatu film berjudul Pride and Prejudice.
Jane mendengar bahwa ada suatu taman hiburan unik di Inggris bernama Austenland yang khusus mengusung tema serba Jane Austen. Di sana, pengunjungnya akan tinggal selama beberapa hari di suatu daerah yang dibuat semirip mungkin dengan latar dalam novel-novel Jane Austen.
Tak hanya itu, para pengunjungnya yang sebagian besar perempuan itu juga mampu berinteraksi dengan para pemeran. Mereka berkesempatan untuk menjalani pengalaman romansa ala cerita dalam novel Jane Austen, meski semuanya pasti cuma sandiwara saja.
Para tamu akan diberi nama samaran seperti nama orang-orang Inggris usang. Mereka juga akan diberi kostum, kawasan tinggal, serta masakan mirip pada kurun Inggris klasik. Untuk menyempurnakan pengalaman itu, para tamu juga tidak dibolehkan menenteng masuk benda-benda yang berasal dari zaman modern, tergolong ponsel.
Jane tertarik mendengar desain taman hiburan ini. Ia pun menabung sebagian uangnya semoga mampu pergi ke Inggris dan berkunjung ke taman hiburan tersebut.
Taman hiburan itu menawarkan beberapa paket rekreasi. Jane cuma mampu membayar untuk paket yang paling murah, yakni “Paket Perunggu”. Sementara itu, tamu-tamu lain rupanya membeli Paket Platinum yang merupakan paket paling mahal di Austenland.
Jane kesudahannya datang di bandara di Inggris. Ia bertemu dengan Elizabeth Charming, salah satu dari tiga perempuan (termasuk Jane) yang mendaftar untuk sesi wisata di demam isu itu.

Mereka lalu diantar ke Austenland. Di sana, Jane melihat bahwa segala sesuatu di Austenland memang didesain hingga mirip suasana pada kala cerita di novel-novel Jane Austen. Jane merasa bersemangat untuk menjalani pengalamannya di sana. Ia sendiri juga semakin erat dengan Elizabeth yang secepatnya menjadi sahabat dekatnya.
Tak lama lalu, Jane dan Elizabeth bertemudengan tamu ketiga. Ia memperkenalkan dirinya selaku Lady Amelia Heartwright.
Mrs. Wattlesbrook dan suaminya, Mr. Wattlesbrook ialah pemilik dan pengurus Austenland. Mrs. Wattlesbrook yaitu perempuan yang materialistis, sementara Mr. Wattlesbrook yakni seorang laki-laki mata keranjang. Mereka berdua ikut bermain dalam dongeng sandiwara di Austenland dan mengenakan kostum sebagaimana para tamu.
Namun, Mrs. Wattlesbrook kerap memperlakukan Jane dengan tidak adil. Hal ini dikarenakan Jane memesan paket rekreasi yang lebih hemat biaya dibanding para tamu lain.
Jane dan dua tamu Austenland lain kesudahannya mulai bertemudengan para pemain drama pria di Austenland. Elizabeth erat dengan seorang aksara berjulukan “Colonel Andrews”.
Ada pula Mr. Henry Nobley, dengan sikap yang dingin dan sedikit besar kepala, layaknya Mr. Darcy dalam novel Pride and Prejudice. Baik Elizabeth maupun Amelia berebut perhatian dari Henry.

Sementara itu, Jane justru tidak begitu menggemari sikap Henry. Mereka kerap bertikai paham. Sebenarnya, tanpa Jane sadari, hubungan keduanya juga tak jauh berlawanan dengan hubungan Elizabeth Bennett dan Mr. Darcy di novel Pride and Prejudice.

Jane justru akrab dengan salah seorang pramusaji kastil yang bertugas mengelola para hewan ternak, Martin. Henry diam-diam merasa cemburu menyaksikan kedekatan Jane dengan Martin. Henry pernah mengirim Jane kembali ke kastil ketika Jane terjebak di tengah hujan deras.

Tetapi, hal ini tak mengganti pandangan Jane terhadap Henry. Jane masih erat dengan Martin dan lebih sering menghabiskan waktu dengan pelayan itu di kandang binatang tempat Martin bekerja ataupun di pondok tempat Martin tinggal.

Suatu hari, Austenland menghadirkan seorang pemain film baru yang memperkenalkan dirinya sebagai Captain George East. Pesona George secepatnya menarik Amelia.

Martin yang sempat melihat George menggoda Jane lalu menuduh Jane sudah ikut larut dalam sandiwara di Austenland. Martin lalu menetapkan hubungannya dengan Jane, membuat Jane merasa patah hati.
Sejak itu, kehidupan Jane di Austenland semakin memburuk. Sikap Jane yang dingin makin membuat jengkel Mrs. Wattlesbrook. Di segi lain, relasi Jane dengan Henry juga semakin menegang ketika Henry mengingatkan Jane bahwa tamu Austenland tidak sebaiknya erat dengan para pelayan.

Puncaknya yaitu dikala suatu malam, Jane datang-tiba dihadang oleh Mr. Wattlesbrook yang mabuk. Mr. Wattlesbrook kemudian berusaha menggoda Jane, tetapi Jane berhasil lolos.
Rentetan kejadian malang ini membuat Jane bertekad untuk mengganti jalan dongeng karakternya yang merana di Austenland. Ia ingin mampu mendapatkan jodoh bagi karakternya sebelum sesi rekreasi Jane di Austenland berakhir.
Elizabeth pun baiklah untuk menolong Jane dalam misi ini. Dengan pemberian Elizabeth, Jane mencuri sebagian kostum mahal yang disediakan oleh Mrs. Wattlesbrook untuk Amelia. Karakter Jane kini juga tampil makin percaya diri setiap berinteraksi dengan para tamu dan aktor di Austenland.

Sayangnya, hari-hari Jane yang membaik ini tak berlangsung lama. Suatu hari, Mrs. Wattlesbrook mengetahui bahwa Jane ternyata telah menyelundupkan ponselnya ke Austenland. Konsekuensi bagi tamu yang melaksanakan pelanggaran ini yaitu mereka mesti pergi meninggalkan Austenland lebih awal sebelum sesi wisata selsai. Mrs. Wattlesbrook telah begitu antusias untuk menghalau Jane dari Austenland.
Tetapi, Amelia tiba-tiba mengatakan pada Mrs. Wattlesbrook bahwa ponsel tersebut sesungguhnya ialah miliknya dengan maksud untuk melindungi Jane. Mrs. Wattlesbrook mempercayai ini dan sebab Amelia yaitu tamu favoritnya, beliau tak memperlihatkan konsekuensi apapun.
Rupanya, langkah-langkah Amelia itu punya motif tersembunyi. Sebagai imbalan dikarenakan telah menyelamatkan Jane, Amelia meminta Jane untuk membantunya agar bisa erat dengan George.
Sebagai salah satu dari dua program puncak sesi rekreasi itu yakni pertunjukan sandiwara yang mau dimainkan oleh para tamu dan bintang film di Austenland. Dalam salah satu sesi latihan, Jane terpaksa mengobrol dengan Henry untuk memberi waktu bagi Amelia semoga bisa bersama dengan George.
Tanpa disangka, Jane ternyata mendapati bahwa Henry tak seburuk yang selama ini beliau kira. Interaksi itu membuat keduanya menjadi akrab. Di segi lain, Martin mulai mendekati Jane lagi dan berupaya meminta maaf pada Jane.
Pertunjukan sandiwara itu pada kesannya selsai gagal. Henry dan Jane justru kabur ke kamar Jane. Di momen itu, Henry meminta Jane untuk menjadi pasangannya di program puncak Austenland, yakni pesta dansa.
Hari penyelenggaraan pesta dansa itu pun tiba, yang juga menandai akhir sesi wisata di Austenland. Di final pesta dansa itu, Henry menyatakan perasaan cintanya pada Jane. Tetapi, saat Jane menyaksikan bahwa para pemain film lain juga melakukan hal yang serupa pada para tamu, Jane menerka bahwa tindakan Henry itu hanyalah bab dari sandiwara juga.
Jane pergi meninggalkan Henry. Ia mengatakan bahwa beliau lebih menentukan hubungan yang aktual dan bukan kepalsuan seperti yang ditawarkan oleh Henry. Jane karenanya kembali menemui Martin yang menurutnya lebih lapang dada dibanding Henry.
Di hari terakhirnya di Austenland, Jane mengenali bahwa Henry lah yang bekerjsama memerintahkan Amelia untuk menyelamatkan Jane dalam kejadian ponsel semoga Jane tidak diusir dari Austenland.
Tetapi, bukan cuma itu saja fakta mengejutkan yang diketahui Jane sebelum ia pergi. Mrs. Wattlesbrook juga mengungkapkan pada Jane bahwa relevansinya dengan Martin juga adalah bagian dari sandiwara. Mrs. Wattlesbrook sengaja mendekatkan Jane dengan aksara pelayan alasannya adalah Jane mengeluarkan uang paket wisata yang lebih hemat biaya.
Jane yang merasa ditipu lalu mengancam akan melayangkan permintaan hukum atas percobaan pelecehan yang sempat dikerjakan oleh Mr. Wattlesbrook. Ia yakin bahwa beliau bukan tamu pertama yang menjadi “korban” dari Mr. Wattlesbrook.
Mrs. Wattlesbrook yang panik mewakilkan Martin untuk menyusul Jane ke bandara dan meminta maaf padanya. Di ketika berbarengan, Henry pun hadir untuk menyatakan bahwa pernyataan cintanya bukanlah bagian dari sandiwara. Jane menghiraukan keduanya dan pulang ke Amerika.
Sepulangnya dari Austenland, Jane tak lagi menggemari Mr. Darcy dan segala hal yang berhubungan dengan Jane Austen. Tapi, tiba-datang Henry timbul di pintu apartemennya.
Henry menyusul Jane sampai ke Amerika untuk membuktikan bahwa beliau sungguh-sungguh mencintai Jane. Jane mempercayai Henry dan mereka akibatnya menjalin kekerabatan di kehidupan nyata.
Itulah tadi ulasan dan sinopsis film Austenland.
Kesimpulan Resensi Film Austenland
Film Austenland menampilkan banyak tema yang terasa familiar khususnya bagi para penggemar novel-novel karya Jane Austen. Tetapi, bahkan bagi penonton yang belum pernah membaca novel Jane Austen sebelumnya, film ini tetap bisa dengan mudah untuk dinikmati.
Dengan jalan cerita yang sederhana sebagaimana film komedi romansa kebanyakan, film Austenland bukanlah pilihan yang jelek untuk mengisi waktu senggang.
Sumber foto: Sony Pictures Classics
Posting Komentar untuk "Review Profile Film Austenland (2013), Taman Hiburan Untuk Pencinta Novel Jane Austen"