Review Profile Film Brooklyn (2015), Drama Romansa Historis Yang Sederhana Nan Bagus
wekepo.com. Kalau kamu sedang mencari usulan film drama romantis dengan alur yang enggak terlalu rumit tetapi tetap anggun untuk disaksikan, film berjudul Brooklyn mampu jadi jawabannya.
Brooklyn yakni sebuah film drama romansa yang dikemas dalam latar era lampau di pertengahan masa ke 20. Film ini pertama kali dirilis pada tahun 2015 kemudian di Sundance Film Festival.
Film Brooklyn merupakan hasil kerja sama dari sejumlah rumah buatan yang berasal dari negara Inggris, Irlandia, dan Kanada. Film ini terwujud melalui kerjasama BBC Films, Telefilm Canada, Irish Film Board, SODEC, BFI, dan delapan rumah bikinan lain. Lionsgate menjadi agen film ini untuk wilayah Inggris dan Irlandia, sedangkan Mongrel Media menjadi distributor untuk kawasan Kanada.
Setelah dirilis, film Brooklyn sukses meraih banyak penghargaan ternama di bidang perfilman. Pada penyelenggaraan ke-88 The Academy Awards atau Oscars, film berdurasi 112 menit ini masuk dalam tiga klasifikasi nominasi, adalah Best Picture, Best Adapted Screenplay dan Best Actress untuk tampilan Saoirse Ronan. Film ini juga mengungguli BAFTA Award sebagai Best British Film.
Film Brooklyn diarahkan oleh sutradara John Crowley. Sementara itu, naskah film ini ditulis oleh Nick Hornby berdasarkan suatu novel berjudul sama yang ditulis oleh Colm Tóibín.

Aktris terkemuka Saoirse Ronan menjadi bintang utama dalam film Brooklyn dan berperan selaku Eilis Lacey, gadis imigran Irlandia yang berusaha mencari peruntungan di Brooklyn, New York. Film ini juga dibintangi oleh Emory Cohen yang berperan selaku Antonio “Tony” Fiorello, Domhnall Gleeson memerankan Jim Farrell, Jim Broadbent selaku Father Flood, Julie Walters selaku Mrs “Ma” Kehoe, Bríd Brennan sebagai Miss Kelly, Eva Birthistle selaku Georgina, Fiona Glascott selaku Rose Lacey, dan Jessica Paré selaku Miss Fortini.
Kisah dalam film Brooklyn secara lazim berpusat pada kehidupan seorang gadis asal Irlandia bernama Eilis Lacey. Berlatar tahun 1951, film ini mengikuti perjalanan Eilis ketika ia merantau ke Brooklyn, New York, untuk mencari pekerjaan dan kehidupan baru yang berlainan dari kampung halamannya di Irlandia. Di sana, dia bertemu seorang petugas pipa air berjulukan Tony dan romansa di antara mereka pun mulai berkembang.
Film Brooklyn banyak menerima kebanggaan alasannya adalah dianggap dapat memberikan sudut pandang yang gres dan segar tentang kehidupan imigran asal Irlandia di Amerika Serikat pada zaman dahulu. Film ini juga dianggap memiliki penggambaran yang kongkret.
Berikut sinopsis lengkap film Brooklyn.
Sinopsis Film Brooklyn
Film Brooklyn mengambil latar kurun pada tahun 1951. Seorang wanita muda bernama Eilis Lacey tinggal bareng ibu dan kakaknya, Rose, di suatu kota kecil berjulukan Enniscorthy, di County Wexford, yang terletak di bagian tenggara negara Irlandia.
Di kota kecil itu, sulit bagi orang muda untuk mendapatkan pekerjaan, tergolong bagi Eilis. Untuk sementara, Eilis cuma melakukan pekerjaan tiap final pekan di sebuah toko kelontong milik seorang wanita paruh baya berjulukan Miss Kelly. Karakternya yang menyebalkan membuat Miss Kelly menerima julukan “Nettles Kelly”.
Di sisi lain, Eilis juga sudah menginjak usia matang untuk melanjutkan tahapan kehidupan ke jenjang akad nikah. Tetapi, beliau sama sekali tidak kepincut dengan para perjaka di sekitar tempatnya tinggal.
Kakaknya lalu menulis surat pada seorang pendeta asal Irlandia berjulukan Father Flood yang bertugas di Brooklyn untuk menertibkan kepindahan Eilis ke New York City, Amerika Serikat.
Eilis pun berangkat ke Amerika Serikat dengan memakai kapal maritim, moda transportasi lazim yang banyak digunakan untuk perjalanan antar samudera abad itu. Itu ialah pengalaman pertama bagi Eilis naik kapal. Hal ini membuatnya sempat mengalami mabuk maritim. Namun, seorang perempuan yang tinggal sekamar dengan Eilis dan lebih berpengalaman dalam berpergian dengan kapal kemudian mengajari Eilis banyak sekali kiat untuk bertahan dan tetap merasa tenteram selama perjalanan panjang mereka di lautan.
Sesampainya di New York, Eilis tinggal di sebuah bangunan kos bersama beberapa gadis imigran asal Irlandia lain. Meskipun berisik dan gemar bergurau, gadis-gadis itu setidaknya menjadi mitra Eilis di kota baru yang serupa sekali gila baginya itu.
Eilis lalu menerima pekerjaan sebagai penjaga gerai di sebuah department store. Pada awalnya, kepribadian Eilis yang agak pemalu dan sedikit melankolis menjadikannya kesulitan untuk meraih hati para calon pembeli. Hal ini tak luput dari observasi sang pengawas toko, Miss Fortini.

Sebenarnya, perasaan duka Eilis yang berkepanjangan itu pada dasarnya disebabkan oleh rasa rindunya pada kampung halamannya di Irlandia. Eilis sempat ikut serta selaku relawan di sebuah rumah jompo yang memuat orang-orang renta imigran asal Irlandia yang tak mampu kembali ke negaranya karena kekurangan ongkos.
Eilis lalu mengatakan dengan Father Flood, pendeta yang sudah membantunya pindah ke Amerika Serikat. Mendengar aspirasi Eilis untuk menjadi seorang akuntan, Father Flood pun memperlihatkan untuk membiayai Eilis mengambil kelas malam di bidang pembukuan. Eilis pun dengan besar hati mendapatkan pertolongan Father Flood.

Suatu malam, Eilis dan mitra-kawannya di rumah kos pergi ke sebuah pesta dansa khusus orang-orang Irlandia. Tetapi, di sana Eilis justru bertemu dengan seorang perjaka keturunan Italia berjulukan Tony Fiorello yang segera memikat hati Eilis dengan sikapnya yang lembut dan romantis. Tony mengatakan bahwa meski bukan orang Irlandia, dia menghadiri pesta dansa itu karena beliau menyukai gadis Irlandia.
Tony senantiasa berhasil membuat ceria hari-hari Eilis di New York. Kehadiran Tony menciptakan Eilis, di sisi lain, makin bisa untuk beradaptasi dengan kehidupan barunya di Brooklyn, New York. Ia menjadi lebih tangguh dan ahli dalam melayani pelanggan di gerai tempatnya bekerja.


Tony dan Eilis pun mulai berkencan sampai kesannya mereka sampai ke tahapan yang lebih serius. Tony lalu mengajak Eilis untuk berjumpa dengan keluarganya.

Sepulang dari rumah Tony, Tony tanpa sengaja menyiratkan bahwa dia telah menyusun rencana jangka panjang untuk hidup bareng Eilis di masa depan. Ia bahkan menyatakan bahwa dia betul-betul mengasihi Eilis. Tetapi, Eilis yang masih ragu dengan perasaannya sendiri, tak membalas pernyataan cinta Tony.
Suatu hari, Eilis datang-datang mendapatkan sepucuk surat dari kampung halaman yang berisi sebuah kabar yang sangat mengejutkan. Surat itu menginformasikan Eilis bahwa kakaknya, Rose, meninggal dunia.
Eilis terpukul dengan kabar ini. Ia pun berencana untuk sementara meninggalkan New York untuk menghadiri pemakaman kakaknya di Irlandia dan singgah selama sementara waktu untuk menemani ibu mereka di sana. Eilis menyampaikan rencananya ini kepada Tony, menciptakan Tony murung, namun ia kesudahannya bersedia melepaskan kepergian Eilis.

Sebelum Eilis pulang, Tony mengatakan bahwa beliau terlebih dulu ingin mengajak Eilis untuk mendatangi suatu tempat. Tony membawa Eilis ke suatu petak lahan kosong di kawasan Long Island, New York. Tony mengungkapkan bahwa di atas petak tanah itu, beliau akan membangun rumah untuk mereka.
Di momen itu, Tony lalu melamar Eilis. Meski awalnya sempat ragu sesaat, Eilis lalu mengiyakan ajakan Tony. Keesokan harinya, mereka kemudian menikah secara membisu-diam di kantor pengadilan. Saat sedang mengorganisir manajemen, Tony dan Eilis berjumpa dengan pasangan yang juga berasal dari kota yang sama dengan Eilis.
Eilis kembali ke Irlandia. Setelah problem pemakaman kakaknya selesai, Eilis tanpa diduga menemukan kehidupan gres di kampung halamannya. Ia mengambil alih pekerjaan Rose di bagian pembukuan di kantor usang kakaknya itu. Selain itu, sahabat akrab Eilis juga mulai menjodohkan Eilis dengan pemuda lokal yang ganteng dan kaya bernama Jim Farrell.


Eilis mulai menikmati kehidupan barunya di Irlandia. Rencana Eilis untuk kembali ke New York tertunda. Ia beralasan pada dirinya sendiri bahwa ia hanya akan tinggal sampai hingga akad nikah salah satu sahabatnya.
Sementara itu, di New York, Tony berusaha keras untuk mampu menelepon Eilis. Tony yang tidak bisa menulis bahkan meminta adiknya untuk membantunya menulis surat pada Eilis. Namun, di Irlandia, Eilis justru dengan sengaja berupaya mengabaikan surat-surat yang dikirim oleh Tony.
Hubungan Jim dan Eilis menjadi semakin dekat. Jim bahkan berencana untuk melamar Eilis, namun Eilis sendiri tak benar-benar menanggapi Jim sebab sebagian hatinya masih tertambat pada Tony.


Di tengah dilemanya, Eilis tiba-datang diundang oleh Miss Kelly untuk berkunjung ke rumahnya. Di sana, Miss Kelly tiba-tiba berusaha mengintimidasi Eilis dengan belakang layar yang dia pahami wacana kehidupan Eilis di New York. Miss Kelly mengatakan bahwa kenalannya di Brooklyn melihat Eilis telah menikah dengan seorang cowok Italia, dan Eilis pun teringat pada pasangan asal Irlandia yang ia dan Tony jumpai ketika menikah di kantor pengadilan.
Mendengar bahaya Miss Kelly, Eilis pun karenanya sadar wacana apa yang bergotong-royong beliau inginkan. Ia pun menantang Miss Kelly untuk membuatkan informasi itu dan mengatakan bahwa beliau tak akan malu untuk mengakui bahwa beliau telah menikah dengan Tony.
Eilis pulang ke rumah dan menerangkan segalanya pada sang ibu. Eilis juga menyampaikan bahwa beliau memutuskan untuk seterusnya melanjutkan hidup di New York bareng suami barunya.
Meski sang ibu duka mendengar hal ini, tetapi ibu Eilis mampu mengetahui keputusan Eilis. Sebelum Eilis pergi, mereka pun berpelukan dalam suasana haru. Eilis juga sempat mengirimkan suatu surat perpisahan pada Jim yang menerimanya dengan perasaaan kecewa.
Keesokan paginya, Eilis kembali berangkat menuju New York. Namun, kali ini dia berangkat selaku seorang gadis muda yang berpengalaman dan lebih yakin diri.
Saat menyaksikan lautan di dek, dia berbicara dengan seorang gadis muda yang gres pertama kali berangkat ke Amerika Serikat, sebagaimana dirinya sendiri dulu. Eilis kemudian membagikan banyak sekali tips yang diterimanya dari perempuan yang dahulu menolongnya pada ketika pertama kali beliau berpergian dengan memakai kapal.
Sesampainya di New York, Eilis pergi untuk menemui Tony di kawasan kerjanya. Ketika mereka menyaksikan satu sama lain, keduanya tersenyum bahagia dan saling berpelukan.
Itulah tadi ulasan dan sinopsis film Brooklyn.
Ingin melihat pribadi manisnya cerita asmara antara Eilis dan Tony? Yuk, segera tambahkan Brooklyn ke daftar tontonanmu.
Sumber foto: BBC Films
Posting Komentar untuk "Review Profile Film Brooklyn (2015), Drama Romansa Historis Yang Sederhana Nan Bagus"