Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Review Film Dying Young, Romansa Klasik Emosional Wacana Kehidupan Cinta Penderita Kanker

wekepo.com. Beberapa dekade kemudian, Julia Roberts yaitu ratu dari drama romansa dan menjadi bintang dalam aneka macam film terkenal yang mengangkat genre tersebut. Pesona dan performa ikonik Julia Roberts dapat disaksikan dalam beberapa judul film drama romansa tahun 90-an mirip Pretty Woman (1990) dan Notting Hill (1999).

Setelah kesuksesan Pretty Woman, setahun selanjutnya, Julia Roberts kembali tampil dalam suatu film drama romansa yang sampai kini masih menjadi salah satu film klasik terkenal. Film tersebut berjudul Dying Young.

Dying Young yakni film asal Amerika Serikat yang dirilis pada tahun 1991. Film ini didistribusikan oleh 20th Century Fox.

Film Dying Young menuai kesuksesan secara komersial. Dengan biaya pengerjaan sebesar $18 juta, film berdurasi 111 menit ini berhasil meraup $33,6 juta di negara asalnya dan $48,6 juta di aneka macam negara lain, menciptakan total pendapatan sebesar $82,2 juta.

Sutradara film Dying Young ini yakni Joel Schumacher. Sementara itu, naskah untuk film ini ditulis oleh Marti Leimbach dan Richard Friedenberg, berdasarkan novel karya Marti Leimbach sendiri yang berjudul sama.

Dalam film Dying Young, Julia Robert beradu akting dengan Campbell Scott. Ia berperan selaku Hilary O’Neil, seorang perawat yang dipekerjakan untuk mengorganisir dan mengawalseorang penderita kanker berjulukan Victor Geddes yang diperankan oleh Campbell Scott. Selain mereka berdua, beberapa pemeran Dying Young yang juga membintangi film ini tergolong Vincent D’Onofrio yang berperan sebagai Gordon, Colleen Dewhurst selaku Estelle Whittier, Ellen Burstyn selaku Mrs. O’Neil, David Selby sebagai Richard Geddes, George Martin sebagai Malachi, dan A. J. Johnson sebagai Shauna.

Fakta menawan dari film Dying Young yaitu soundtrack-nya, yang kemudian menjadi sama populernya dengan film Dying Young sendiri. James Newton Howard, yang membuat komposisi musik untuk film ini banyak mendapatkan pujian. Terpopuler di antara rangkaian komposisi musik untuk film ini yakni soundtrack utama dalam film Dying Young yang berjudul “Theme from Dying Young”. Musik instrumental ini dimainkan oleh pemain saxophone legendaris Kenny G.

Kamu penasaran dengan dongeng lengkapnya? Berikut yaitu sinopsis dan tamat dongeng film Dying Young.

Sinopsis Film Dying Young

Film Dying Young dimulai dari sudut pandang tokoh terutama yakni Hilary O’Neill. Suatu hari, Hilary mendapati bahwa kekasihnya menduakan dengan perempuan lain. Hilary, yang selama ini tinggal di rumah kekasihnya itu, secepatnya keluar dari sana dan kembali ke tempat tinggal keluarganya.

Sejak dikala itu, Hilary tinggal bersama ibunya. Meskipun Hilary yakni sosok gadis yang cantik dan menyenangkan, beliau kerap mengalami kegagalan dalam cinta maupun karir. Saat itu pun, Hilary sedang berusaha mencari pekerjaan untuk dirinya. Ia lalu membaca sebuah iklan di surat kabar yang memberitahukan kesempatan kerja sebagai perawat personal bagi seseorang.

Hilary pun datang untuk mengikuti wawancara di alamat yang tertera dalam iklan itu. Setelah hingga di tujuannya, Hilary menyaksikan bahwa rumah dalam alamat itu adalah suatu rumah glamor yang terletak di daerah elit.

Akhir Cerita dan Sinopsis Film Dying Young

Hilary tiba mengenakan busana formal yang sopan, meski ia menentukan untuk memakai rok pendek. Ia juga mengamati bahwa pada umumnya kandidat lain yang melamar untuk posisi itu yaitu perempuan paruh baya.

Hilary alhasil diundang masuk ke dalam ruangan. Di sana, beliau diminta untuk menunggu. Seorang pria bau tanah nampak sibuk mengatakan di telepon perihal permasalahan bisnis. Rupanya, laki-laki itu sedang bersiap untuk melaksanakan perjalanan bisnis ke Jepang.

Saat Hilary duduk di ruangan, dia kemudian tanpa sengaja menyaksikan pintu yang mengarah ke ruangan lain sedikit terbuka. Dari sela-sela pintu, beliau mampu melihat sosok pria misterius yang memakai kain epilog kepala, balas memandang ke arahnya.

Setelah menutup sambungan teleponnya, laki-laki itu lalu mengatakan pada Hilary bahwa iklan di koran itu dipasang oleh putranya tanpa sepengetahuannya. Ia kemudian menolak Hilary dan mempersilakan Hilary untuk pulang. Ia sempat menawari biaya taxi, namun Hilary menolaknya.

Hilary keluar dengan rasa kesal. Tapi, tak berapa usang kemudian, seorang pria bau tanah lain yang ternyata yakni pramusaji di rumah itu, berlari-lari menyusul Hilary. Ia mengatakan bahwa sudah terjadi kesalahan dan Hilary dipanggil untuk wawancara kedua yang lebih informal di rubanah rumah itu.

Hilary kembali lagi ke rumah itu dan masuk ke dalam bab rubanah rumah. Di dalamnya, telah menunggu laki-laki misterius yang tadi sempat dia lihat di ruangan lain saat wawancara pertama.

Pria itu memperkenalkan dirinya sebagai Victor Geddes. Victor menanyakan ihwal pengalaman Hilary selaku perawat. Setelah itu, ia mulai menceritakan sedikit ihwal dirinya.

Victor ialah seorang pria berusia 28 tahun yang mengidap leukimia semenjak dia berusia 18 tahun. Dalam era sepuluh tahun itu, ada jeda bertahun-tahun saat kesehatannya sempat berkembangdrastis. Di abad itu, Victor bahkan sempat menempuh pendidikan tinggi di universitas.

Victor lalu bercerita bahwa ayahnya, pria yang dijumpai Hilary pada wawancara pertama, adalah seorang pengusaha sibuk yang sering berpergian. Bahkan dalam kondisi Victor yang sakit, ayahnya jarang ada untuk Victor. Meski kehidupannya berkecukupan secara material, Victor sering merasa kesepian.

Hilary lalu bertanya apakah tidak problem bila ia bekerja untuk Victor, sementara ayahnya tidak menyetujui dirinya pada wawancara pertama. Victor menjawab bahwa Hilary tak perlu memedulikan hal itu, sebab Victor lah yang mempekerjakannya dan bukan ayahnya.

Victor lalu menawarkan sebuah kamar kecil di rumahnya daerah Hilary mampu tinggal selama merawat Victor. Hilary oke untuk mengambil pekerjaan itu.

Beberapa hari lalu, Hilary mulai memindahkan barang-barang eksklusif dari rumahnya ke rumah Victor. Victor nampak cukup bahagia menyaksikan kepindahan Hilary.

Tak lama sehabis ia hingga, Hilary mesti mengawalVictor untuk melakukan kemoterapi yang rutin ia jalani saban hari Senin. Sepulang dari kemoterapi, Hilary begitu terguncang menyaksikan imbas samping yang ditimbulkan pengobatan itu pada Victor. Begitu sampai di rumah, Victor secepatnya berlari ke kamar mandi dan memuntahkan seluruh isi perutnya ke dalam toilet.

Akhir Cerita dan Sinopsis Film Dying Young

Hilary yang belum pernah betul-betul berpengalaman menangani pasien leukimia menjadi cukup panik. Ia berlari untuk mengambil handuk berair untuk menyeka Victor. Ia memberi selimut dan menenangkan Victor yang tiba-datang menjadi begitu bingung alasannya imbas kemoterapi. Victor pun tertidur.

Melihat apa yang baru saja terjadi, Hilary merasa bersalah sebab ia menilai dirinya tidak kompeten untuk merawat Victor. Ia bermaksud untuk keluar dari pekerjaannya dan menceritakan ini pada sahabatnya lewat telepon. Tetapi, Victor mendengar percakapan mereka.

Malam itu, dikala Hilary mempersiapkan makan untuk Victor, Victor bercerita bahwa dia ialah mahasiswa doktoral di bidang studi kesenian. Victor lalu mengenalkan Hilary pada aneka macam karya seni yang dipelajarinya.

Hilary mengurungkan niatnya untuk berhenti. Ia justru berusaha menjadi perawat yang lebih baik bagi Victor dengan mempelajari buku medis dan resep masakan sehat.

Akhir Cerita dan Sinopsis Film Dying Young

Suatu malam, Victor mengajak Hilary untuk pergi kencan dengannya. Mereka pergi ke sebuah restoran glamor. Hilary tidak begitu menyukai daerah itu. Ia lalu mengajak Victor untuk pergi ke diskotik. Setibanya mereka di rumah, Victor dan Hilary berdansa mengikuti musik yang diputar Victor.

Victor memberitahu Hilary bahwa pengobatan kemoterapinya sudah usai. Ia kemudian mengajak Hilary untuk pergi ke suatu daerah tepi pantai untuk berlibur selama beberapa usang. Meski mulanya ragu, Hilary kesudahannya oke.

Akhir Cerita dan Sinopsis Film Dying Young

Di kota kecil itu, mereka mendapatkan sebuah rumah kecil dekat maritim yang disewakan. Mereka pun tinggal di sana.

Suatu malam, Victor dan Hilary pergi ke kafe lokal. Di sana, mereka bertemu dengan sekelompok laki-laki yang segera menjadi sobat erat mereka.

Akhir Cerita dan Sinopsis Film Dying Young

Akhir Cerita dan Sinopsis Film Dying Young

Hilary menyampaikan jika memang benar bahwa Victor sudah sembuh, maka dia merasa seharusnya ia juga berhenti dari pekerjaannya selaku perawat Victor, tetapi Victor menolak ajakan Hilary.

Victor dan Hilary menjadi semakin akrab. Victor masih terus mengajari Hilary perihal hal-hal seputar kesenian. Sehari-hari, mereka menghabiskan waktu yang mengasyikkan di sekeliling daerah pantai itu. Tak lama lalu, Victor dan Hilary pun menjalin korelasi romantis.

Akhir Cerita dan Sinopsis Film Dying Young

Suatu hari, salah satu teman mereka dari bar bernama Gordon datang untuk memperbaiki jendela rumah mereka. Tetapi, Victor merasa cemburu dengan Gordon yang erat dengan Hilary.

Victor mengajak Hilary untuk pergi ke kawasan pelabuhan yang bersahabat dengan mereka tinggal. Di sana, Hilary menyadari bahwa Victor berkeringat dan tubuhnya sedikit demam.

Victor dan Hilary berkunjung ke tempat tinggal tetangga mereka yang memiliki labirin. Ketika bermain di dalam labirin, Victor tiba-datang merasa lemah. Namun, Hilary menemukannya dan Victor bersikap seakan tidak terjadi apa-apa.

Diam-diam, Victor sebenarnya menggunakan morfin yang beliau bawa dari rumahnya. Morfin itu dia gunakan untuk menetralisir rasa sakit yang mulai muncul lagi setelah kemoterapinya berhenti. Tetapi, dia berbohong pada Hilary dengan menyampaikan bahwa dia tidak memerlukan morfin. Ia juga berbohong dengan menyampaikan bahwa beliau merasa baik-baik saja ketika Hilary mulai curiga dengan perubahan kondisi Victor.

Di malam Natal, Gordon kembali berkunjung dan makan malam bersama Victor dan Hilary. Sebelumnya, Victor kembali memakai morfin. Hal ini memiliki pengaruh pada keadaan emosi dan kesadaran Victor. Ia menjadi tidak rasional dan begitu cemburu pada Gordon hingga berusaha menciptakan murka Gordon.

Akhir Cerita dan Sinopsis Film Dying Young

Akhir Cerita dan Sinopsis Film Dying Young

Setelah Victor limbung, Gordon membantunya beristirahat di kamar sebelum ia pulang. Hilary yang menyadari ada yang tidak beres dengan Victor lalu mendapati bahwa Victor sudah memakai morfin dan berbohong padanya.

Ternyata, selama ini Victor belum sembuh dari pengobatannya. Hilary yang begitu kecewa keluar dari rumah dan menelepon ayah Victor untuk memberitahu keadaan putranya itu. Esoknya, ayahnya segera datang untuk menjemput Victor.

Victor bersedia pulang dan melanjutkan pengobatannya asalkan dia bisa bertemu Hilary untuk terakhir kalinya. Mereka lalu bertemu di pesta Natal Nyonya Estelle, tetangga mereka. Di sana, Hilary gres mengenali dari ayah Victor bahwa mereka akan pulang keesokan harinya.

Hilary pulang ke rumah kecil mereka dan meminta Victor untuk mau berjuang demi kesembuhannya dan demi Hilary. Mereka kemudian bersatu kembali.

Itulah tadi review dan sinopsis lengkap film Dying Young. Selamat menonton!

Sumber foto: 20th Century Fox

Posting Komentar untuk "Review Film Dying Young, Romansa Klasik Emosional Wacana Kehidupan Cinta Penderita Kanker"