Drama Moorim School Episode 2 Bagian Kedua
Semua Dok Gambar : KBS 2TV, Korea Selatan
Buat teman2 menantikan Sinopsis Moorim School Drama Korea Episode 2 Bagian Kedua, berikut ulasannya :
Di ruang latihan ilmu bela diri, Sun A nervous menyaksikan Shi Woo yang tiba. Pelatih Daniel meminta para anak murid untuk fokus latihan. Setelah latihan, Shi Woo menghampiri Sun A.
Shi Woo, ”Itu kamu, kan ? Kamu yang menyelamatkan saya di konser. Kenapa kau kerjakan itu ?”.
Kembali ke kala kemudian, saat Sun A menolong Shi Woo. Saat itu, Sun A menyuruh Shi Woo untuk masuk ke institut Moorim , dan dekan Hwang mampu menyembuhkan permalasahan pendengaran Shi Woo.
Kembali ke kala kini.
Sun A, ”Ah itu ?. Dia dekan dari sekolah kita. Kamu melihatnya kemarin kan”.
Sun A menyinggung institut Moorim yang mempunyai udara yang segar serta restoran yang anggun.
Sun Ah,” Yah, selamat tiba ke Moorim Institut”.
Sun A mengulurkan tangannya untuk menyambut Shi Woo tetapi Shi Woo masih bersikap acuh taacuh. Sejenak tokoh Kim Dae-Ho (diperankan oleh Jung Hee-Tae) memandangi pembicaraan antara Sun A serta Shi Woo. Shi Woo pun mengatakan dengan Kim Dae Ho.
Kim Dae Ho, ”Apa kamu suka sekolahnya ?”.
Shi Woo, ”Tidak, Aku juga belum tahu”.
Kim Dae Ho tahu Shi Woo datang ke Moorim sebab ada sebuah argumentasi. Namun Dae Ho sendiri belum mampu menentukan argumentasi Shi Woo itu.
Dae Ho,” Dalam beberapa kasus, kamu merahasiakan sesuatu. Itulah kamu datang ke sini, Yoon Shi Woo?. Apakah alasanmu ?”.
Dae Ho mengajukan pertanyaan apakah argumentasi sebetulnya Shi Woo datang ke sekolah Moorim. Shi Woo tak ingin menginformasikan hal itu, dan Shi Woo tetap tidak ingin memberitahukan hal itu. Dae Ho menjadi marah mendengar ungkapan Shi Woo itu. Disisi lain, di China ayah Chi Ang sedang menyiapkan dirinya untuk melakukan perjalanan ke Korea.
Sejenak, ayah Chi Ang mengajukan pertanyaan perihal kondisi kesehatan seorang pria, apakah pria itu mampu sadar dari komanya.
Anak Buah ayah Chia Ang, ”Saya diberitahukan bahwa kesempatannya sangat rendah”.
Ayah Chi Ang menyuruh anak buahnya itu mengawasi laki-laki tersebut.
Ayah Chi Ang, ”Jika sesuatu terjadi, cepat laporkan kesaya”.
Dan muncullah sosok seorang pria yang terbujur koma disalah satu rumah sakit di Cina. Kemudian Dekan Hwang datang sebuah tempat yang terlihat semacam penjara.
Chi Ang, ”Kemana perginya Ariel setelah latihan ?”.
Chi Ang mencari Ariel, dan mendapatkan Ariel sedang memangkas ikan. Ariel ini nama lain dari tokoh Soon Duk, mimin sebut saja Soon Duk.
Chi Ang, ”Saat kau seorang putri laut, bagaimana mampu kau melaksanakan itu terhadap teman2 ikanmu ?”.
Soon Duk tak suka dengan cara Chi Ang memanggilnya.
Soon Duk, ”Apapun itu Ariel atau Cereal. Namaku yaitu Soon Duk”.
Chi Ang memuji keelokan Soon yang tampakmakin anggun kalau murka. Kepala Soon Duk terasa sakit ketika mendengar pujian dari Chi Ang itu. Soon Duk menerangkan ada banyak aktivitas yang harus dilakukannya dalam sehari.
Soon Duk, ”Jadi berhenti mengganguku dan pergilah”.
Chi Ang eksklusif memegang tangan Soon Duk dan melarangnya mengolah makanan.
Chi Ang, ”Saya akan meminta ayahku untuk menyiapkan masakan dan petugas di sekolah ini. Kamu cuma bisa konsentrasi terhadap belajarmu”.
Soon Duk tak suka dengan perlakuan Chi Ang itu, kemudian Soon Duk melepaskan tangan Chi Ang. Chia Ang terang2-an mengaku kian suka sama Soon Duk. Soon Duk murka mendengarnya dan menyuruh Chi Ang untuk pergi dari dapur.
Chi Ang lalu mendatangi kamarnya. Di kamar Shi Woo cuma bisa merenungkan nasibnya di industri hiburan korea. Shi Woo mengajukan pertanyaan ihwal Soon Duk ke Chi Ang, sembari mengatai Soon Duk mirip ayam.


Chi Ang, ”Beraninya kamu jikalau Arielku terlihat mirip seekor ayam ?”.
Shi Woo, ”ngomong, apa kau tahu cara menelepon ia ?”.
Karena Chi Ang tak tahu cara menelepon Soon Duk, Shi Woo menyuruh Chi Ang untuk pergi.
Chi Ang, ”Saya telah naksir sama ia (merujuk ke Soon Duk)”.
Kemudian Shi Woo hanya masbodoh mendengarnya kemudian tidur.
—-
Siswa2 Moorim pun makan pagi.
Choi Ho, ”Yoo Shin Woo tak sehebat itu saat aku melihatnya pagi ini”.
Dang Goo tak yakin jikalau Chi Ang serta Shi Woo benar2 telah diterima di Moorim. Choi Ho percaya Chi Ang hanya akan menangis selama berada di Moorim.
Nadet,” Ngomong2, kapan upacara penerimaanya ?”.
Yub Jung (diperankan oleh Alexander) menerangkan upacara penerimaan cuma akan dikerjakan bila Chi Ang serta Shi Woo mampu bertahan selama sepekan di Moorim.
Yub Jung, ”Segel tidak mampu dengan gampang tak terkunci seperti itu”.
Ko Sang-Man mengajukan pertanyaan apakah Shi Woo yang membuat segel di sekolah menjadi tak terkunci.
Yub Jung, ”Yoon Shi Woo tak ada bedanya”. Yub Jung berjanji akan menciptakan Chi Ang serta Shi Woo menangis selama berada di Moorim dan kembali ke tempat tinggal mereka layaknya seorang bayi.
Kemudian Shi Woo, Chi Ang, Soon Duk, serta beberapa temannya masuk kedalam kelas mengolah masakan guru Dae Ho. Guru Dae Ho menjelaskan pentingnya kuliner yang dimakan oleh seseorang.
Dae Ho, ”Menu hari adalah gorengan”.
Chi Ang jengkel mesti satu tim dengan Shi Woo. Guru Dae Ho menyuruh para siswanya untuk mengolah makanan kuliner gorengan dengan bumbu yang berlawanan, serta materi dasar yang berlainan.
Dae Ho,”Selama proses itu, kalian mencar ilmu bagaimana melakukan pekerjaan sama dan menjadi seorang inovatif”. Melihat hasil bagian Shi Woo, guru Dae Ho sedikit memujinya.
Kemudian Dae Ho menghampiri Chi Ang, Dae Ho,”Kamu tidak akan melaksanakan apapun ?”.
Chi Ang mengelak,” Bukannya mencicipi makan lebih penting ketimbang prosesnya?”.
Kemudian guru Dae Ho mengambil adonan dan menyuruh Chi Ang mengaduk makanan.
Disisi lain, Yub Jung yang emosi menyaksikan Chi Ang dan Shi Woo telah menyiapkan planning jahat biar keduanya keluar dari Moorim. Yub Jung menaruh banyak es watu di adonannya. Kemudian Yub Jung memberikan adonan itu kepada Chi Ang.

Saat Shin Woo meminta gabungan, Chi Ang pun memberikannya. Saat hendak menggoreng, tiba2 saja kompor mengeluarkan api yang besar. Shi Woo menjadi takut melihat api itu. Tak usang pendengaran Shi Woo kembali berdenging. Perasaan Shi Woo kembali menjadi semrawut.
Adonan keluar dari panci. Untungnya Sun Ah dan teman2nya berhasil memakai seni bela diri untuk menertibkan campuran panas yang keluar dari kompor. Tak usang, minyak panas keluar dari wajan dan hendak menimpa Shi Woo.
Untunglah Sun Ah berhasil melindungi tubuh Shi Woo dengan kain.
Sun A, ”Kamu baik2 saja ?”.
Guru Dae Ho juga melindungi Chi Ang dengan meletakkan wajan ke mukanya. Setelah suara berdesing di pendengaran Shi Woo berhenti, beliau menghampiri Chi Ang.
Shi Woo menuduh Chi Ang sengaja menaruh es kedalam campuran tersebut. Shi Woo murka besar ke Chi Ang. Dae Ho memerintahkan keduanya untuk berhenti. Yub Jung cuma tertawa menyaksikan Shi Woo dan Chi Ang bertengkar.
Kemudian Dae Ho berjumpa dengan Dekan Hwang, Bubgong, serta guru Daniel. Dae Ho ingin Chi Ang serta Shi Woo secepatnya dikeluarkan dari Moorim.
Daniel, ”Tidak boleh terlalu cepat membuat keputusan itu. Kenapa kita tak menanti dan melihat ?”.
Yoo Di baiklah dengan pendapat Daniel. Kemudin Sun A bertemu dengan ayahnya Dekan Hwang. Sun A meminta ayah untuk bisa menyembuhkan telinga Shi Woo.
Sun A, ”Tolonglah. Tolonglah selamatkan Shi Wooku”.
Sun A menjelaskan Shi Woo yaitu sosok berlawanan dari orang kebanyakan. Sun A menerangkan Shi Woo mampu menghentikan lampu panggung yang jatuh di panggung.
Sun A, ”Itu benar, Saya melihatnya sendiri”. Dekan Hwang sedikit terkejut mendengar penjelasan Sun A itu.
Kemudian kelas di sekolah Moorim kembali dikerjakan. Semua murid duduk di suatu ruang kelas. Chi Ang masuk ke dalam kelas dengan penuh semangat, alasannya menyaksikan ada Soon Duk.
Chi Ang mendorong Sun A dan duduk disamping Soon Duk. Chi Ang memanggil istilah Soon Duk adalah Ariel. Soon Duk,”Shhh, Ini lagi waktunya meditasi. Kendalikan pikiranmu”.
Tak usang Shi Woo masuk muncul di depan kelas meminta Soon Duk menemuinya setelah kelas. Kemudian Shi Woo duduk meditasi di samping Sun A. Sejenak Shi Woo memandangi Sun Ah. Shin Woo mengucapkan terima kasih sudah menolongnya di dapur tadi. Sebaliknya Chi Ang bertanya ke Soon Duk mengapa Shin Woo ingin bertemu dengannya.
Soon Duk tidak mau menjawab dan pribadi bermeditasi. Tak usang guru Babgong masuk ke dalam kelas. Dekan Hwang di ruangannya sedang merenung. Dekan Hwang merenungkan perihal perkataan Dae Ho kepadanya.
Kembali ke kala kemudian ketika Dae Ho berbicara terhadap Dekan Hwang.
Dae Ho,”Saya berbicara ihwal kamu yang menerima Yoon Shi Woo dan Wang Chi Ang, apakah ini alasannya segel itu ?”.
Dae Ho menerka apakah Chi Ang dan Shi Woo bisa membuka segel di sekolah Moorim. Dekan Hwang,”Saya hanya mampu berharap instingku dan kepercayaanku tidak salah”.
Kembali ke masa kini dimana Shi Woo sedang melaksanakan meditasi. Babgong menjelaskan dasar dari meditasi adalah mampu menyaksikan lebih kedalam diri sendiri. Babgong menyuruh para siswanya untuk merasakan energi yang berada dari sekitar mereka.
Babgong menyuruh muridnya menarik nafas dalam lalu mengeluarkannnya. Babgong, ”Inilah bagaimana cara kau menerima energi kehidupan”. Sang Man malah tertidur, dan guru Babgong membangunkannya. Babgong,”Bisakah kamu melihat gawang yang ingin kau atasi ?”.
Shannon mengaku menyaksikan sebuah ayam dalam meditasinya, dan menciptakan murid lain tertawa. Lalu Babgong menjawab apa yang dilihat oleh Sun Ah dalam meditasinya.
Sun Ah, ”beberapa macam api. Saya mampu mencicipi panasnya”.


Sebaliknya Shi Woo menjadi keringatan. Shi Woo menyaksikan seorang anak dalam meditasinya, yang berada disebuah rumah terbakar. Anak itu pergi sambil menangis, dan ada seorang perempuan yang terbujur kaku di rumah terbakar itu. Apakah itu periode kecil Shi Woo atau bukan, belum mampu dipastikan.
Kembali ke periode sekarang, guru Babgong mengajukan pertanyaan apa yang dilihat oleh Shi Woo. Shi Woo terbangun sembari menghela nafas. Shi Woo, ”Tidak. Saya tak melihat apapun”.
Babgong memerintahkan Shi Woo untuk mengenali dirinya lebih dahulu. Tak usang Chi Ang angkat tangan dan mengaku melihat penjahat. Chi Ang, ”Saya akan meninggalkan seorang gadis dan berlari, jikalau saya berada disana”. Para murid tersenyum saat Chi Ang berkata seperti itu.
Di ruangan ayah Chi Ang, ayah Chi Ang membuka brankasnya dan menyaksikan sebuah pelengkap. Kemudian ibu Chi Ang bertemu dengan ayah serta ibu Soon Duk.
Ibu Chi Ang berterima kasih atas perlindungan yang sudah diberikan oleh Soon Duk buat Chi Ang, dan ibu Chi Ang hendak memberikan sejumlah uang. Namun ayah Soon Duk menolaknya.
Ayah Soon Duk, ”tolong bawa ini kembali”.
Saat ibu Chi Ang keluar dari rumah Soon Duk. Ibu Soon Duk mengingat sejenak seperti pernah melihat ibu Ciang Ang. Namun Ibu Chi Ang menampiknya kemudian pergi.
Ibu Soon Duk, ”Namun demikian, Saya akan menolong Soon Duk menikah dengan anak kaya itu”. Ibu Soon Duk berharap anaknya mampu menikah dengan Chi Ang, dan hidup tenteram. Setelah kelas meditasi selsai, semua murid keluar.
Chi Ang mulai menggoda Soon Duk. Chi Ang merasa mengantuk di kelas meditasi, namun sebab Soon Duk duduk disampingnya Chi Ang merasa terbantu. Namun Soon Duk hanya bersikap hambar dengan rayuan Chi Ang.
Chin Ang,”Kamu jadi murka karena Saya jika kau tampaklebih cantik lagi, huh ?”.
Soon Duk,”Chi Ang saya tidak tiba kesini cuma untuk senang. Kaprikornus biarkan saya sendiri”.
Kemudian Soon Duk pergi, dan Chi Ang mengejar-ngejar Soon Duk. Saat Chi Ang hendak pergi, Sun Ah mengancam Chi Ang. Sun A, ”Jika kamu bermasalah dengan Shi Woo lagi. Saya tidak akan membiarkanmu”. Shi Woo kembali ke kamarnya dan mengambil bajunya.
Shi Woo teringat perkataan dekan Hwang. Dekan Hwang tak menjamin Shi Woo akan sembuh bila berada di Moorim. Namun jikalau Shi Woo mampu melatih dirinya maka keadaannya mampu lebih baik.
Setelah kelas meditasi, Soon Duk dan Sun Ah berlatih seni bela diri. Chi Ang kagum dengan kedahsyatan bela diri Soon Duk. Tak lama Shi Woo tiba dan melihat Sun Duk serta Sun Ah latihan. Sun Ah sempat kalah dari Soon Suk.
Chi Ang terkagum dengan kedigdayaan Soon Duk dalam bela diri. Chi Ang hendak mendekati Soon Duk. Namun Yub Jung melarang.
Yub Jung, ”Ini bukan kelas buat pemula seperti kalian. Ini bukan buat idol tak memiliki kegunaan”.
Yub Jung memerintahkan Chi Ang serta Shi Woo untuk masuk ke kelas pemula dan jangan mengganggu dikelasnya. Chi Ang tak terima perkataan Yub Jung itu.
Chi Ang, ”Kamu disini sebab uang ayahku”.
Yub Jung, ”Jika kau ingin tunjukkan uangmu cari kawasan lain”.
Yub Jung menegaskan Moorim bukanlah tempat buat orang2 yang ingin menunjukkan uangnya, atau orang yang hanya ingin menghabiskan waktu.
Chi Ang, ”Saya juga tak bahagia berada di gunung ini dan belajar bela diri. Saya disini alasannya adalah saya tidak mempunyai opsi”.
Yub Jung menyuruh Chi Ang untuk pergi dari Moorim. Sun Ah melerai. Sun A, ”Sekolah kami yang ialah bab dari gunung ini mungkin terlihat mengenaskan bagimu. Kamu semua disini dengan mimpi dan harapan kami”.
Sun A tahu perkataan Yub Jung bernafsu. Namun Sun Ah menegaskan Chi Ang serta Shi Woo tak cukup mumpuni untuk masuk ke kelas bela diri.
Sun A, ”Pergi dan ambil kelas berlawanan. Lakukan itu”.
Shi Woo lalu mengambil tongkat dan ingin memberikan bahwa ia bisa masuk kelas bela diri tersebut. Sun A tak mau Shi Woo terluka, terlebih Shi Woo belum pernah mendapatkan pembinaan dasar.
Kemudian Shi Woo menawarkan kemampuannya bermain tongkat, Shi Woo, ”Sesuatu mirip ini ?”. Yub Jung meledek, Yub Jung, ”Ayunkan ini beberapa kali di video musikmu dan kau berpikir kau master dalam hal itu ?”.
Tak usang Chi Ang mengaku juga hebat dalam seni bela diri. Agar Chi Ang dan Shi Woo mampu diterima di kelas bela diri. Yub Jung menantang keduanya untuk saling bertarung menawarkan kemampuan mereka.
Yub Jung, ”Apakah mereka sungguh memenuhi syarat untuk masuk di sekolah kita ? Dapatkah siapapun mampu masuk ke sekolah kita ? Apa kalian pikir ini tidak adil ?”.
Yub Jung menantang keduanya.
Shi Woo, ”Pemenang tinggal dan pecundang pergi ? Apakah seperti itu ?”.
Chi Ang, ”Wang Chi Ang akan tingal dan Yoon Shi Woo akan pergi”.
Yub Jung malah senang jika Chi Ang serta Shi Woo keluar dari sekolah Moorim. Yub Jung, ”Namun hari ini, Saya cukup puas jikalau salah satu diantara kalian pergi”. Soon Duk,”jangan lakukan itu. Dia memancingmu”.
Shi Woo eksklusif masuk ke arena bertanding, dan menantang Chi Ang. Chi Ang pun tak takut, Chi Ang, ”Maaf Ariel, Saya tak mampu mendengarmu kali ini”.
Yub Jung cuma tersenyum ketika menyaksikan keduanya akan bertarung. Shi Woo pun memandangi Chi Ang yang bangkit di hadapannya. Kemudian Shi Woo mengambil kuda2 demikian pula Chi Ang. Kemudian keduanya pun bertarung.
Para murid sempat terkagum saat menyaksikan ketangkasan mereka bertarung. Dan Sinopsis Moorim School Drama Korea Episode 2 Bagian Kedua ini tamat.
[zombify_post]
Posting Komentar untuk "Drama Moorim School Episode 2 Bagian Kedua"