Drama Moorim School Episode 1 Bagian Kedua
Shi Woo melepaskan pelukan Da Rim, dan menyuruhnya keluar dari kendaraan beroda empat. Tapi Da Rim berkata pada Shi Woo ini adalah potensi terakhirnya. Jika beliau menolaknya ada di dalam mobilnya, maka ia tak mampu menyelamatkannya.


Tapi Shi Woo tak ambil sakit kepala dengan perkataan Da Rim, dan malah menariknya keluar dari kendaraan beroda empat. Sesaat setelah Da Rim keluar dari mobilnya, empat orang laki-laki tak diketahui datang menghampiri mereka dan mengusik Da Rim, dan disaat yang serempak Soon Duk melihatnya ketika ia melalui jalan itu mengendarai motor skuternya.
Melihat peristiwa itu, ia meyakinkan dirinya untuk tidak terlibat dalam permasalahan orang lain seperti pesan ayahnya, dan menentukan untuk pergi. Tapi, tiba-tiba seseorang menghantam salah satu kepala dari pria itu dan ternyata beliau adalah Soon Duk. Dia bangun di depan mereka, dan mengancam akan menelpon polisi.
Shi Woo menyaksikan ada kamera yang memotret insiden ini yang ada di sebuah kendaraan beroda empat tak jauh dari mereka. Menyadari sedang dikuntiti oleh paparazi ia segera mengejar mobil itu.
Sementara Manajer Kim yang diam-diam bersembunyi memata-matai Shi Woo dari kejauhan, secepatnya mengsms CEO Choi dan memberitahunya “sudah dimulai.” Melihat sms itu, CEO Choi bergumam mereka akan menyingkirkannya dengan cara seperti ini lagi.
Kembali ke jalanan itu, Da Rim mengajukan pertanyaan pada Soon Duk apa ia juga melakukan pekerjaan untuk CEO Choi — yang menjadikannya kebingungan. Dan tak berselang lama, kerumunan wartawan tiba mengerumuni mereka, dan Da Rim seketika itu berpura-pura menangis.
Insiden itu secepatnya menjadi sebuah berita hangat di TV dengan menyiarkan bahwa Shi Woo, pemimpin Mobius terlibat masalah penyerangan yang menciptakan fans wanitanya menjadi korban.
Da Rim memberi informasi kepada wartawan bahwa Shi Woo meninggalkannya sendiri dan eksklusif pergi ketika sekelompok penjahat mendatangi mereka, dan Soon Duk yang ada di TKP seakan-akan menjadi satria bagi Da Rim yang melawan satu persatu penjahat itu.
Saat seorang wartawan mengajukan pertanyaan apa yang dikerjakan oleh Shi Woo, Soon Duk menjawab Shi Woo masuk ke dalam mobilnya dan pergi.
Sedangkan, Shi Woo menjajal menjelaskan terhadap CEO Choi bahwa beliau tidak melarikan diri namun mengejar-ngejar paparazzi, penjahat-penjahat itu dari permulaan mengincarnya, bukan Da Rim.
Dia menyadari ini adalah suatu jebakan yang telah dikontrol oleh Da Rim, karna curiga mengapa ada banyak reporter yang tiba-tiba tiba di lokasi itu.
Tapi, CEO Choi membantah keras kecurigaan Shi Woo, memberitahunya bahwa reporter ada di kawasan itu karna konser kemarin. Dia menegur sikap Shi Woo yang tidak pernah memberi sebuah senyuman di wajahnya ketika di wawancarai, sehingga para reporter menulis suatu cerita yang menjatuhkannya. Manajer Kim keceplosan mengatakan Reporter Kim dari Scandal Patch dengan sukarela tiba tanpa harus diminta – membuatnya mewaspadai sesuatu.
Shi Woo pergi meninggalkan ruangan CEO dengan hati yang dongkol, dan saat akan masuk ke dalam mobilnya Chi Ang datang menghampirinya, dan sedikit menyindir dengan skandal yang dia alami membuatnya menjadi buah bibir hanya dalam semalam.
Dia meminta Shi Woo untuk mengembalikan baju mereka yang tertukar, tetapi dia tak ambil sakit kepala dan malah memilih pergi. Melihatnya pergi begitu saja, Chi Ang bergumam apa yang mampu dia harapan darinya karna dia saja meninggalkan begitu saja seorang gadis, dan datang-datang dari belakang beberapa orang menculiknya.

Sedang mengendarai mobilnya, Shi Woo kembali mengingat perbincangannya bersama CEO Choi saat berada di ruangannya dimana beliau meragukan bahwa CEO Choi yakni dalang dibalik semua ini. Shi Woo bertanya apa ia melaksanakan ini karna beliau meminta piknik, namun CEO Choi memberitahunya untuk tidak salah paham. Dia meminta Shi Woo untuk beristirahat sampai telinganya sembuh.
Sementara itu, Soon Duk dimarahi oleh ayahnya karna ikut campur dalam kejadian itu, tetapi ibunya membela Soon Duk dengan menyampaikan bahwa putri mereka mampu menjaga dirinya sendiri, dan nyaris keceplosan dengan menyebutkan putri mereka bersekolah di Moorin.
Chi Ang memberontak di dalam kendaraan beroda empat hingga membuat orang suruhan ayahnya menyambungkan video call dengan ibunya. Ibunya memberitahu Chi Ang bahwa ayahnya yang memerintahkan orang-orang itu untuk menculiknya karna dia ingin mengirimnya ke Sekolah Moorin.
Ibunya menjelaskan setelah ia dikeluarkan dari beberapa sekolah, tidak ada universitas manapun yang mau menerimanya itulah mengapa ia mesti bersekolah disana. Chi Ang memberi tahu ibunya bahwa dia yakni pewaris Sang Hae Group, dan berpikir tidak ada gunanya untuknya bersekolah.
Tapi mendengar ucapan putranya, ayahnya lantas merebut ponsel istrinya dan mengatakan di video call itu menyuruh Chi Sang untuk sekolah disana selama setahun.
Ayah Chi Ang memberi tahu istrinya alasan mengapa ia mengirimnya di sekolah itu yaitu untuk memanusiakannya. Dia tak habis pikir melihat putranya yang sudah dikeluarkan dari sekolah sebnyak 20 kali semenjak masih Sekolah Menengah Pertama.
Ibunya membela Chi Ang dengan menyampaikan untuk seorang anak yang terpisah dari ibunya, beliau tumbuh besar dengan baik. Dia berjanji pada istrinya kalau Chi Ang kali ini lulus di sekolah itu, dia mampu membawanya ke China. Istrinya tak percaya dengan keputusannya, dan lantas mengajukan pertanyaan apa dia memiliki maksud tersembunyi.

Dalam perjalanannya, Chi Ang meminta mereka untuk menghentikan mobilnya karna ingin buang air kecil. Dan peluang itu dia pakai untuk lari karna tak mau pergi ke Sekolah Moorin.
Dia berlari dari kejaran mereka, sampai membawanya ke sebuah tebing pantai. Dia meminta mereka untuk tidak mendekat, klo tidak dia akan melompat. Dia memberitahu orang suruhan ayahnya bahwa beliau tidak mampu berenang.
Tapi di tebing itu, beliau kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke bahari. Dia tenggelam, dan tidak bisa berbuat apa-apa. Perlahan tubuhnya tenggelam, dan Chi Ang berpikir ia akan mati.
Tak berselang usang, seorang gadis melompat dan berenang mendekatinya. Chi Ang membuka matanya dan menyaksikan seorang gadis berenang ke arahnya dan berpikir gadis itu elok, dan ternyata gadis yang beliau maksud yaitu Soon Duk.


Soon Duk mengangkat tubuh Chi Ang hingga ke pinggir pantai. Karna ia tak kunjung sadar, ia terpaksa bersiap memperlihatkan nafas buatan. Dia mendekati bibir Chi Ang bersiap untuk memberinya nafas buatan, namun datang-tiba Chi Ang bangkit dan bertanya padanya apa beliau seekor putri duyung, lalu pingsan.
Sementara itu, sekelompok fans perempuan berkumpul di depan kediaman Shi Woo meneriakkan untuk menyuruhnya mundur dari bandnya. Ketika mereka melihatnya tiba, para fans perempuan itu mendekati mobilnya dengan meneriakkan kata-kata bernafsu dan bahkan melemparinya dengan suatu telur.
Menyadari situasi sedang berantakan, ia lantas mengenang saran Sun Ah untuk pergi ke Institut Moorin karna disana ada dekan Hwang yang mungkin mampu menolong memperbaiki pendengarannya.
Dia mencari lokasi Institut Moorin di ponselnya, tapi tak ada dalam penelusuran di mesin penelusuran. Dia mendengar ponsel Chi Ang berbunyi di mobilnya, dan kemudian mengambil ponsel itu dari bajunya dan menemukan beberapa sms dari ibu Chi Ang yang mengajukan pertanyaan ‘apa dia sudah tiba di Institut Moorin?.
Chi Ang terjaga dan terkejut menyaksikan seorang pria tua sedang memijit perutnya. Dia mendorong ayah Soon Duk dan berlari ke luar rumahnya dan mendapati seorang wanita yang tak dia identifikasi, yang yaitu ibu Soon Duk – dan tak lama ia jatuh pingsan.
Chi Ang makan dengan lahapnya, dan menjelaskan terhadap mereka mengapa tadi dia jatuh pingsan yakni karna ia hanya terkejut saat seorang abnormal menjamah perutnya.
Dia memberi tahu namanya, dan pekerjaan orang tuanya yang ialah seorang Chairman Sang Hae Group di China, dan menjanjikan akan memberikan mereka uang kompensasi karna sudah menyelamatkannya. Tapi kedua orang bau tanah Soon Duk sama sekali tak percaya dengan omongannya jikalau ia yaitu anak orang kaya.
Chi Ang lalu pergi menemui Soon Duk di pekarangan rumahnya untuk berterima kasih. Dia melihatnya sedang menjemur busana dan saat itu juga itu Chi Ang yang sedang bangkit tak jauh darinya tertegun oleh kecantikannya. Dia membayangkan bagaimana cantiknya Soon Duk ketika berenang menyelamatkannya dalam maritim itu, dan saat beliau mendekatkan parasnya bersiap memberinya nafas produksi.
Soon Duk tak ambil pusing dengan ajuan Chi Ang yang berjanji akan mengabulkan apapun permintaannya karna sudah menyelamatkannya – yang paling penting baginya dia baik-baik saja.
Tapi, beliau secepatnya menutup mulutnya rapat-rapat saat Chi Ang bersuara keras karna terkejut mendengar dia ternyata sekolah di Institut Moorin. Dia memberi tahu Chi Ang untuk memelankan suaranya, karna takut tertangkap basah oleh ayahnya.
Dan di ketika yang serentak, orang tuanya memperoleh keberadaan Chi Ang di kawasan Soon Duk. Dia lantas memberi tahu kedua orang tuanya bahwa ia setuju untuk bersekolah disana di Institut Moorin.
Berbicara empat mata, ayahnya memberi tahu Chi Ang bahwa ia kaget mendengarnya tiba-tiba berganti fikiran, tetapi Chi Ang berjanji akan melakukannya dengan benar kali ini. Dia meminta ayahnya saat dia sukses lulus, beliau mengharapkan dikala mereka bertiga kembali ke China beliau ingin menjinjing satu orang bersamanya.
Sementara, Shi Woo pergi mencari Institut Moorin berdasarkan peta lokasi yang ada di ponsel Chi Ang. Dia datang di tengah gunung menurut peta itu, dan mencarinya sendirian di hutan itu.
Sedangkan Chi Ang ikut bersama Soon Duk menuju Institut Moorin. Dalam perjalanan mereka menuju Institut Moorin, di hutan itu beliau menyaksikan sebuah kupu-kupu tiger swallowtail dan memutuskan untuk menangkapnya yang mau beliau berikan pada Soon Duk. Baginya, menurut keyakinan orang China kupu-kupu jenis itu membawa keberuntungan.
Dia pergi memburu kupu-kupu itu sehingga menjadikannya terpisah dari Soon Duk. Soon Duk mencarinya di hutan itu, mengundang namanya, tapi beliau malah bertemu dengan Shi Woo.
Melihat muka Soon Duk, saat itu juga itu wajahnya berubah jutek. Dia mengenang keterangan Soon Duk terhadap wartawan dalam kejadian itu bahwa beliau masuk ke dalam kendaraan beroda empat dan pergi, membuatnya bertambah jengkel.
Dia mencurigai Soon Duk dibayar oleh CEO Choi untuk menghancurkannya, karna ia tiba-datang timbul di kawasan kejadian itu. Soon Duk membantah tuduhannya, memberitahunya bahwa ia melakukannya karna ingin membantunya, tetapi Shi Woo tak semudah itu yakin.
Shi Woo mencengkeram tangannya — mendesak untuk menginformasikan siapa yang telah menyuruhnya. Tapi Chi Ang melihatnya dan melompati tubuh Shi Woo membuat mereka jatuh berguling-guling.
Saat mereka terjatuh berguling-guling di hutan itu, angin tiba-datang bertiup kencang, dedaunan beterbangan dan tiba-tiba dari balik pohon itu tiba-tiba muncul sebuah tempat. Sementara, di Institut Moorin lantai gedung sekolah itu datang-datang berguncang dengan keras.


Shi Woo dan Chi Ang perlahan mendatangi daerah itu, sementara pihak guru dan para siswa sekolah itu keluar untuk menyaksikan apa yang sedang terjadi termasuk dekan Hwang.
Dekan Hwang menatap Shi Woo dan Chi Ang yang bangun di depannya dan berkata dalam hati: Segel telah dibuka.
***Semua Dok Gambar: KBS2 TV***
Posting Komentar untuk "Drama Moorim School Episode 1 Bagian Kedua"