Review : Tales Of Zestiria The X + Acara Rilis Season 2
wekepo.com – Anime Tales Of Zestiria The X dibaca Tales Of Zestiria The Cross ialah anime yang terlahir dari adaptasi game populer dengan judul yang sama garapan Bandai Namco Studios. Season pertama animasi ini jatuh pada 10 Juli 2016 kemudian yang berjumlah 12 episode, dan kisahnya akan dilanjutkan di season 2 pada tahun 2017 ini. Anime bergenre fantasy, action dan adventure ini dibuat oleh studio terkemuka yang bergerak dalam bidang animasi terkemuka di Jepang ialah Ufotable, pihak-pihak lain yang ikut berperan dalam pengerjaan anime ini selaku produser adalah Bandai Entertainment, Bandai Visual, Lantis, Bandai Namco Entertainment, dan Anime Consortium Japan, yang mana telah dimengerti dalam dunia animasi bahwa anime dari BANDAI memang terbukti bermutu.
Untuk pengisi suara (seiyu) anime ini dilakukan oleh beberapa seiyu populer di Jepang, yang mana mereka telah banyak menjadi seiyu banyak sekali macam aksara anime, mereka adalah Kimura Ryouhei, Osaka Ryota, Kayano Ai, Shitaya Noriko, dan Fukuen Misato. Dan untuk lagu opening (OST) sendiri berjudul “Kaze No Uta” by FLOW. Untuk Endingnya berjudul “Calling” by Fhana. Dan pada episode 05 terdapat ending baru yang dinyanyikan oleh Superfly berjudul “White Light”.
Tales Of Zestiria The X, berkisah tentang seorang insan berjulukan Sorey sebagai tokoh utama yang hidup diantara para “Seraphim” bisa juga disebut “Tenzoku” semacam roh suci atau makhluk spiritual yang tidak terlihat oleh manusia, yang bertempat tinggal di Elysia. Sorey yakin pada sebuah legenda bahwa “dahulu kala Seraphim dan insan hidup berdampingan dengan tenang” dan dengan kepercayaannya itu ia berupaya mengungkap misteri tersebut semoga sebuah saat dapat mempersatukan insan dan seraphim.
Anime ini mengambil setting kawasan di Glinnwood, sebuah kontingen yang tengah diperebutkan oleh kerajaan Highland dan kekaisaran Laurence. Disana terdapat beberapa iman, tetapi seluruhnya memiliki kesamaan ialah yakin bahwa adanya Family Of Heaven atau Seraphim, hal ini dikarena terdapat orang-orang yang mampu berkomunikasi dengan mereka, walau jarang memperlihatkan dirinya. Orang-orang tersebut meminjam kekuatan milik Seraphim dan memmiliki kekuatan yang luar biasa, yang disebut sebagai “Doshi” yang diandalkan sebagai penyelamat dunia dengan kekuatan yang setara dengan tuhan, tetapi pada zaman Sorey ini sudah tidak ada lagi yang namanya Doshi.

Pada sebuah hari Sorey menelusuri suatu reruntuhan erat daerah tinggalnya bareng Mikleo (Seraphim unsur air), disana ia mendapatkan goresan dinding yang menggambarkan Sang Pelindung sama persis dalam buku Seraphim yang senantiasa dia baca dan Sorey juga mendapatkan sarung tangan bersimbol milik Sang Pelindung yang melegenda, jauh di zaman mitologi ketika dunia ditutupi oleh kegelapan seekor makhluk muncul untuk merebut kembali cahaya, sehabis zaman berganti dan ketika dunia ini dalam kesemrawutan, orang-orang membahas legenda ini dan berdoa untuk meminta keselamatannya disaat itu juga Sang Pelindung muncul dan ingin melenyapkan kegelapan. Tapi, ketika perdamaian tiba, Sang Pelindung menghilang. Kemana perginya dia? Tidak ada seorang pun yang tahu jawabannya. Tidak usang kemudian, orang-orang lupa wacana Sang Pelindung, lalu yang tersisa hanyalah dongeng saja. Dan kegelapan yang mengancam dunia tersebut sekarang timbul kembali. Nah, dari kehadiran kegelapan inilah pasti timbul juga Sang Pelindung yang gres.
Tak hanya memperoleh peninggalan-peninggalan kala lalu perihal Sang Pelindung, Sorey dan Mikleo juga bertemu dengan Alisha Diphda (insan pertama yang Sorey temui) yang mengaku sebagai seorang ksatria, namun di episode selanjutnya terungkap identitas sesungguhnya bahwa Alisha yakni seorang putri dari kerajaan Highland.
Berbeda dengan insan kebanyakan, Alisha mampu berkomunikasi dengan dengan para Seraphim dengan pertolongan Sorey sebagai perantara. Hal ini dikarenakan Alisha mempunyai doktrin yang tinggi terhadap eksistensi Seraphim.
Selanjutnya, Sorey dan Mikleo memutuskan untuk keluar dari Elysia dan menuju ke kota dimana para insan tinggal dengan tujuan untuk menyelamatkan Alisha yang diburu oleh seorang Hyouma atau semacam iblis. Disana, Sorey menghadiri Festifal Pedang Suci yang bertempat di Ladylake yang mana akan digelar turnamen pedang dari dongeng. Dalam turnamen inilah Sorey bertemu dengan Lailah, seorang Seraphim komponen api (diandalkan selaku dewi danau) yang menjaga suatu pedang, dan kalau ada yang sukses mencabut pedang ini mempunyai arti dialah Sang Pelindung. Akhirnya Sorey-lah yang berhasil mencabut Pedang Suci tersebut dan mengikat persetujuan dengan Lailah untuk mengalahkan kedengkian dan menyelamatkan orang-orang.
Setelah menjadi Sang Pelindung, Sorey mengelilingi dunia dengan Mikleo dan Lailah selaku Sang Pelindung untuk melenyapkan kegelapan. Dalam misi penyelamatannya ini, mereka bertemu dengan Edna (Seraphim komponen tanah) dan Zaveid (Seraphim bagian angin) yang sedang bertandingmelawan hyouma, sesudah itu mereka berhadapan dengan seekor naga yang dulunya ialah seorang seraphim berjulukan Eizen (kakak Edna). Belum diketahui argumentasi kenapa Eizen bisa menjelma naga dan membuatkan domain (hawa kedengkian). Zaveid yang merupakan teman usang Eizen berusaha untuk membunuhnya alasannya adalah dia yakin bahwa Seraphim yang menjelma naga tidak akan bisa kembali menjadi Seraphim lagi, selain itu, Eizen yang berwujud naga sudah tidak lagi mempunyai kesadaran dan kenangan semasa ia masih menjadi Seraphim, namun Edna yang ialah adik kandung Eizen tetap melindunginya walaupun kakaknya sendiri telah tidak lagi mengetahui dirinya.
Setelah mengenali realita perihal Eizen, Sorey menetapkan untuk membantunya agar dapat kembali lagi menjadi Seraphim, sebab argumentasi inilah Edna mau membantu dan mengikat kesepakatan dengan Sorey dan bantu-membantu melanjutkan perjalanan misi penyelamatan dunia.
Setibanya di Marlind (kawasan kerajaan Highland) Sorey dan teman-temannya bertemu dengan Rose yang ialah pemimpin Scattered Bones (organisasi). Rose ialah pembunuh bayaran yang diperintah oleh seorang bangsawan berjulukan Bartlow yang ingin menjatuhkan Alisha selaku putri kerajaan Highland, Rose yang awalnya yakni tokoh antagonis berubah menjadi protagonis setelah beradu kekuatan dan argumen dengan Alisha. Ketika perang pecah antara kerajaan Highland dan kekaisaran Laurence, Alisha berusaha menghentikan peperangan melalui jalur diplomasi dibantu oleh Rose. Ketika mereka dipojokkan oleh lawan, dan keduanya sudah kehabisan tenaga, munculah Seraphim elemen angin yang menolong mereka, meskipun mereka tidak mampu menyaksikan Seraphim itu, tetapi mereka berdua dapat merasakan kehadirannya, apalagi Rose selaku seseorang yang selalu diikuti oleh Seraphim bernama Dezel ini.
Setelah Sorey berhasil mensucikan kedengkian yang diakibatkan oleh pertempuran, beliau berjumpa dengan Penguasa Bencana yang merupakan hyouma manusia, dikala itu Sorey belum bisa untuk melawannya dan Penguasa Bencana pun pergi bersama dengan pelayannya meninggalkan Sorey dan ketiga Seraphim yang sudah kecapekan.

Pada selesai episode 11 terdapat caption tentang acara munculnya Tales Of Zestiria season 2 yang mau rilis pada 2017 kini ini.
Mungkin para penikmat anime ini sempat kebingungan dengan berubahnya aksara-karakter dan kisah pada episode 05, bahkan berganti judul menjadi Tales Of Berseria, dengan tokoh utama yang berganti juga, seperti sedang menonton anime yang lain. Nah, bantu-membantu Tales Of Berseria masih berhubungan dengan Tales Of Zestiria yang hendak di bahas pada artikel selanjutnya.
Posting Komentar untuk "Review : Tales Of Zestiria The X + Acara Rilis Season 2"